Instrumen Penyeimbang Portofolio

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berinvestasi, Djoko mengingatkan pentingnya diversifikasi portofolio. SBN Ritel dapat berfungsi sebagai penyeimbang dari instrumen berisiko lebih tinggi.
“Kalau kita mau bagi investasi ke tempat yang lebih aman, less risky, ya model-model seperti SBN Ritel ini,” katanya.
Ia mengingatkan, kesalahan umum investor ritel adalah menempatkan seluruh dana pada satu instrumen dengan harapan imbal hasil tinggi.
“Jangan pernah taruh investasi di satu tempat saja. Taruhlah di beberapa, supaya satu menjaga risiko, tapi di sisi lain tetap ada return,” ujar Djoko.
Baca juga: BI Borong SBN Rp198 Triliun untuk Biayai Program Asta Cita Prabowo
Meski prospeknya positif, Djoko menegaskan bahwa porsi SBN Ritel tidak bisa disamaratakan. Semua kembali pada profil risiko dan tujuan keuangan masing-masing individu.
“Tinggal komposisinya saja. Dan komposisi itu ditentukan oleh profil masing-masing individu,” pungkasnya. (*) Alfi Salima Puteri









