Keuangan

7 SBN Ritel Dirilis, Masih Layak Dibeli Tahun Ini?

Poin Penting

  • SBN Ritel masih layak dibeli tahun ini karena bersifat stabil, berisiko rendah, dan cocok di berbagai kondisi pasar.
  • Potensi penurunan suku bunga bisa menjadi katalis positif, karena harga SBN Ritel cenderung naik saat bunga turun.
  • SBN Ritel ideal sebagai instrumen diversifikasi portofolio, berfungsi menyeimbangkan investasi berisiko tinggi sesuai profil risiko investor.

Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan kembali menerbitkan tujuh seri Surat Berharga Negara (SBN) Ritel tahun ini. Di tengah fluktuasi pasar dan arah suku bunga yang masih menjadi bahan spekulasi, SBN Ritel dinilai tetap layak dikoleksi investor ritel.

Head of Investment & Insurance PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo, menegaskan daya tarik SBN Ritel tidak terletak pada imbal hasil agresif, melainkan pada karakter instrumennya yang stabil dan berisiko rendah.

“SBN Ritel itu surat utang yang berjangka pendek dan volatilitasnya tidak tinggi. Jadi sebenarnya untuk momen apa pun, cocok saja untuk investasi,” ujarnya saat ditemui usai Journalist Class di Jakarta, Senin, 19 Januari 2025.

Baca juga: Optimalkan Likuiditas di SBN, Pendapatan Investasi TUGU Terdongkrak Naik

Menurut Djoko, keunggulan utama SBN Ritel adalah fungsinya sebagai instrumen pendapatan rutin (regular income). Berbeda dengan saham atau reksa dana saham yang sensitif terhadap sentimen pasar, SBN Ritel menawarkan stabilitas yang lebih terjaga.

“Bukan masalah momentumnya, tapi karakter produknya. SBN Ritel itu surat utang jangka pendek yang relatif stabil dan tidak terlalu volatil,” jelasnya.

Karakter tersebut membuat SBN Ritel tetap menarik meski pasar masih menanti arah kebijakan suku bunga.

Potensi Pemangkasan Bunga Jadi Katalis

Sentimen lain yang ikut memengaruhi prospek SBN Ritel adalah peluang pemangkasan suku bunga. Djoko mencermati masih terbukanya kemungkinan penurunan suku bunga, meski jumlah dan waktunya belum pasti.

“Ada prediksi tahun ini tetap akan ada kemungkinan pemotongan bunga. Mau 1 kali atau 2 kali, tetap ada,” kata Djoko.

Bagi investor SBN Ritel, potensi tersebut justru dapat menjadi katalis positif.

“Kalau ada pemotongan bunga, justru lebih menarik karena harga SBN Ritel cenderung naik,” ujarnya.

Baca juga: Bidik Gen Z dan Milenial, DANA dan Trimegah Sekuritas Rilis Fitur Pembelian SBN Ritel

Namun Djoko menegaskan, tanpa pemangkasan bunga pun SBN Ritel tetap relevan, karena daya tarik utamanya bukan pada spekulasi harga, melainkan keamanan dan kepastian arus kas.

“Kalaupun nanti tidak jadi pemangkasan, tidak masalah. Karena karakter produk ini memang aman,” tegasnya.

Page: 1 2

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Waspada! OJK Ingat Risiko Pertukaran Data RI-AS

Poin Penting OJK menegaskan kebijakan pemrosesan data lintas batas dalam perjanjian dagang RI–AS harus tetap… Read More

9 hours ago

Menhub Dudy Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Poin Penting Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret,… Read More

10 hours ago

PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Poin Penting PLN siagakan SPKLU untuk mudik Lebaran 2026: Infrastruktur pengisian kendaraan listrik diperkuat, termasuk… Read More

10 hours ago

Skenario Pengakhiran Perang AS-Israel Versus Iran

Oleh Mahendra Siregar, Pemerhati Geopolitik SAAT ini perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran memasuki minggu… Read More

23 hours ago

Prabowo Klaim Pemulihan Bencana Aceh Tamiang Hampir 100 Persen

Poin Penting Prabowo Subianto menyebut pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang hampir 100 persen, dengan warga… Read More

1 day ago

Waspada! Modus Fake BTS Kuras Rekening, Begini Cara Menghindarinya

Poin Penting Pelaku menggunakan perangkat ilegal untuk meniru menara BTS, sehingga bisa mengirim SMS phishing… Read More

1 day ago