Poin Penting
Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan kembali menerbitkan tujuh seri Surat Berharga Negara (SBN) Ritel tahun ini. Di tengah fluktuasi pasar dan arah suku bunga yang masih menjadi bahan spekulasi, SBN Ritel dinilai tetap layak dikoleksi investor ritel.
Head of Investment & Insurance PT Bank DBS Indonesia, Djoko Soelistyo, menegaskan daya tarik SBN Ritel tidak terletak pada imbal hasil agresif, melainkan pada karakter instrumennya yang stabil dan berisiko rendah.
“SBN Ritel itu surat utang yang berjangka pendek dan volatilitasnya tidak tinggi. Jadi sebenarnya untuk momen apa pun, cocok saja untuk investasi,” ujarnya saat ditemui usai Journalist Class di Jakarta, Senin, 19 Januari 2025.
Baca juga: Optimalkan Likuiditas di SBN, Pendapatan Investasi TUGU Terdongkrak Naik
Menurut Djoko, keunggulan utama SBN Ritel adalah fungsinya sebagai instrumen pendapatan rutin (regular income). Berbeda dengan saham atau reksa dana saham yang sensitif terhadap sentimen pasar, SBN Ritel menawarkan stabilitas yang lebih terjaga.
“Bukan masalah momentumnya, tapi karakter produknya. SBN Ritel itu surat utang jangka pendek yang relatif stabil dan tidak terlalu volatil,” jelasnya.
Karakter tersebut membuat SBN Ritel tetap menarik meski pasar masih menanti arah kebijakan suku bunga.
Sentimen lain yang ikut memengaruhi prospek SBN Ritel adalah peluang pemangkasan suku bunga. Djoko mencermati masih terbukanya kemungkinan penurunan suku bunga, meski jumlah dan waktunya belum pasti.
“Ada prediksi tahun ini tetap akan ada kemungkinan pemotongan bunga. Mau 1 kali atau 2 kali, tetap ada,” kata Djoko.
Bagi investor SBN Ritel, potensi tersebut justru dapat menjadi katalis positif.
“Kalau ada pemotongan bunga, justru lebih menarik karena harga SBN Ritel cenderung naik,” ujarnya.
Baca juga: Bidik Gen Z dan Milenial, DANA dan Trimegah Sekuritas Rilis Fitur Pembelian SBN Ritel
Namun Djoko menegaskan, tanpa pemangkasan bunga pun SBN Ritel tetap relevan, karena daya tarik utamanya bukan pada spekulasi harga, melainkan keamanan dan kepastian arus kas.
“Kalaupun nanti tidak jadi pemangkasan, tidak masalah. Karena karakter produk ini memang aman,” tegasnya.
Page: 1 2
Poin Penting Bank Muamalat dan BMM memberikan santunan untuk 2.026 anak yatim, perlengkapan salat, dan… Read More
Poin Penting Prabowo menekankan pesan persatuan dan saling memaafkan pada Idul Fitri 1447 Hijriah. Presiden… Read More
Poin Penting Kapolri memprediksi puncak arus balik Idul Fitri dimulai 24 Maret 2026. Polri–TNI dan… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo akan menunaikan Salat Id di Aceh Tamiang sekaligus meninjau penanganan pascabencana… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mengajak masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperkuat kebersamaan. Seluruh elemen… Read More
Oleh Eko B Supriyanto, Pimpinan Redaksi InfoBank Media Group LEBARAN baru saja tiba. Suara takbir… Read More