Poin Penting
- Lebih dari 40 ribu nasabah Bank Jago (UUS) gunakan Kantong Haji dan Umrah; tumbuh lebih dari 80 persen yoy.
- Sejak Oktober 2025, 16 ribu nasabah buat Kantong Haji dan 20 ribu Kantong Umrah.
- Ramadan dongkrak transaksi UUS Bank Jago. Sedekah naik 250 persen dalam dua pekan pertama; pengguna Jago Syariah tembus 2,4 juta (+16,5 persen yoy).
Jakarta — Tren perencanaan ibadah haji dan umrah kian menguat di kalangan nasabah Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Jago Tbk atau Jago Syariah.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak lebih dari 40 ribu nasabah Jago Syariah telah memulai perencanaan ibadah ke Tanah Suci melalui pemanfaatan fitur Kantong Haji dan Kantong Umrah.
Head of UUS Bank Jago Syariah, Waasi Sumintardja mengatakan Jago Syariah memiliki fitur yang disebut Kantong (Pocket), yaitu fitur untuk mengelola dana berdasarkan tujuan atau anggaran tertentu. Fitur ini membantu nasabah mengatur keuangan sesuai peruntukannya, mulai dari ibadah, pendidikan, hingga kebutuhan rutin sehingga pengelolaan keuangan menjadi disiplin dan terencana.
“Menariknya, pertumbuhan kantong haji dan umrah di Jago Syariah dibandingkan tahun lalu itu di atas 80 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan kantong hajinya sekitar 95 persen dan pertumbuhan kantong umrahnya sekitar 89 persen,” ujar Waasi, di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.
Baca juga: Jurus Bank Jago Dorong Perempuan Bicara Keuangan pada Peringatan Hari Ibu
Ia menambahkan, tren peningkatan tersebut semakin menguat sejak peluncuran template khusus Kantong Haji dan Umrah pada Oktober 2025. Template ini memudahkan nasabah membuat kantong tabungan dengan tujuan spesifik tanpa harus mengatur dari awal.
“Hingga Januari 2026, sudah ada sekitar 16 ribu nasabah yang membuat Kantong Haji dan 20 ribu nasabah yang membuat Kantong Umrah. Animonya sangat baik,” tambahnya.
Lebih lanjut, momentum bulan Ramadan turut mendorong peningkatan aktivitas keagamaan di Jago Syariah. Dalam dua pekan pertama Ramadan tahun ini, sekitar 142 ribu nasabah tercatat lebih intens menggunakan Kantong untuk kebutuhan religius.
Waasi mengungkapkan, dari sisi transaksi sosial terjadi lonjakan signifikan pada fitur sedekah. “Dalam dua minggu pertama Ramadan, transaksi sedekah meningkat hingga 250 persen. Sebanyak 68 persen transaksi dilakukan setelah sahur hingga pukul 09.00 pagi, dan sekitar 53 persen di antaranya ditujukan untuk anak yatim melalui fitur Jago Amal,” ungkapnya.
Sementara itu, alokasi terbesar penggunaan fitur Kantong di Jago Syariah untuk kebutuhan religius justru berasal dari perencanaan dana kurban, meskipun Idul Adha masih dalam beberapa bulan kedepan. Setelah itu, disusul kebutuhan Ramadan dan Perayaan Hari Raya Nasional (PHRN), zakat, sedekah, dan infak, serta haji dan umrah.
Baca juga: Bank Jago Perkenalkan Konsep Inovasi Navigasi Kesehatan Berbasis AI
Tak hanya untuk kebutuhan pribadi, sekitar 5 persen kantong yang digunakan untuk kebutuhan religius tersebut merupakan Kantong Bersama (shared pocket). Artinya, fitur ini juga dimanfaatkan secara kolektif, baik untuk keluarga, komunitas, maupun kelompok informal seperti arisan.
Sejalan dengan itu, kinerja Jago Syariah juga menunjukkan pertumbuhan positif. Hingga Desember 2025, total pengguna Jago Syariah mencapai hampir 2,4 juta nasabah atau tumbuh 16,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Pencapaian ini mencerminkan semakin tinggi kepercayaan masyarakat terhadap solusi keuangan digital berbasis syariah yang mudah, inovatif, dan kolaboratif,” pungkasnya. (*) Ayu Utami










