Sedangkan untuk 10 tahun berikutnya adalah industri pengolahan. Presiden mengingatkan, agar jangan sekali-kali pada tahapan 10 tahun kedua, masih ada yang berjualan bahan mentah (raw material). “Harus sudah tidak ada lagi, semuanya harus barang minimal setengah jadi yang syukur kalau kita bisa push, agar kita mengekspor itu dalam bentuk barang jadi semuanya. Kelapa sawit, jangan sampai nanti kita ngirimnya CPO terus. Stop,” tegasnya.
Baca juga: e-Commerce Pacu Perekonomian RI Lebih Efisien
Kemudian di 10 tahun yang ketiga, Indonesia harus bisa masuk besar-besaran kepada industri jasa. Tapi meskipun masih 30 tahun lagi, dirinya mengingatkan, agar dapat segera dimulai dari sekarang. Namun demikian, lanjut dia, sektor pariwisata juga memiliki potensi yang besar. Menurutnya, kekuatan Indonesia adalah di industri pariwisata.
“Masuklah anak-anak muda ke industri ini, karena industri ini akan menjanjikan. Yang kedua yang berkaitan dengan lifestyle, ini akan berkembang di negara kita. Yang berkaitan dengan retail, media, kuliner, online store ini akan berkembang pesat sekali. Dan ini anak-anak muda yang bisa,” tambahnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting PLN menjamin pasokan listrik tetap andal selama kebijakan WFH di tengah meningkatnya aktivitas… Read More
Oleh Ignasius Jonan, Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, dan Menteri ESDM 2016-2019 DUNIA sedang menghadapi… Read More
Poin Penting OJK mencabut izin usaha BPR Sungai Rumbai karena gagal melakukan penyehatan meski telah… Read More
Oleh Wilson Arafat, Bankir Senior BAYANGKAN sejenak, seorang pemilik usaha kecil di kota kabupaten. Dia… Read More
Poin Penting Chubb Life Insurance Indonesia meluncurkan produk My Critical Illness Protection untuk meningkatkan penetrasi… Read More
Poin Penting OJK menyatakan akan mengikuti dan mendukung keputusan akhir Kementerian Keuangan terkait rencana pengambilalihan… Read More