Poin Penting
- Saham IPO PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) turun 14,87 persen dan menyentuh ARB di Rp1.660 per saham setelah sebelumnya sempat dua kali ARA dan mencapai Rp1.950 per saham
- PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) melemah 14,55 persen hingga kembali ke harga IPO Rp470 per saham, meski sempat menguat hingga Rp580 per saham pada hari pertama perdagangan
- PT Niramas Utama Tbk (JELI) masih melanjutkan penguatan dengan tiga kali ARA ke Rp1.755 per saham, sedangkan PT Bach Multi Global Tbk (BACH) turun kembali ke Rp550 per saham.
Jakarta – Sejumlah saham yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia mulai menunjukkan pergerakan yang berbalik melemah pada perdagangan Kamis, 9 Juli 2026.
Salah satu yang mencatatkan koreksi tajam adalah PT Nitrasanata Dharma Tbk. Saham JECX turun 14,87 persen dan menyentuh batas Auto Rejection Bawah (ARB) di level Rp1.660 per saham, setelah sebelumnya sempat melonjak hingga Rp1.950 per saham pasca Initial Public Offering (IPO).
Sebelumnya, saham JECX sempat dua kali menyentuh Auto Rejection Atas (ARA), yakni ke level Rp1.560 per saham pada hari pertama pencatatan dan berlanjut menguat hingga Rp1.950 per saham pada perdagangan Rabu (8/7).
Baca juga: Melantai di Bursa, Harga Saham PRDL Sentuh ARA
Tekanan jual juga terjadi pada saham PT Esa Medika Mandiri Tbk. Saham EMMI terkoreksi 14,55 persen dan kembali ke harga IPO di Rp470 per saham.
Padahal pada hari pertama perdagangan (8/7), saham EMMI sempat menguat 17,02 persen ke level Rp550 per saham dan bahkan menyentuh Rp580 per saham sebelum akhirnya ditutup di Rp550 per saham.
Di tengah pelemahan sejumlah saham IPO, beberapa emiten baru lainnya masih bergerak positif. Saham PT Niramas Utama Tbk kembali menyentuh ARA di level Rp1.755 per saham dan tercatat telah mengalami tiga kali ARA sejak pencatatan perdana.
Baca juga: Saham JELI Naik 24,89 Persen usai IPO, Dana Emisi Difokuskan untuk Inovasi Produk
Sementara itu, saham PT Bach Multi Global Tbk terpantau turun ke level Rp550 per saham pada perdagangan hari ini.
Sebelumnya, BACH sempat dua kali menyentuh ARA, yakni ke Rp550 per saham pada hari pertama perdagangan dan kembali naik hingga Rp685 per saham pada sesi perdagangan hari ini sebelum akhirnya mengalami koreksi. (*)
Editor: Galih Pratama


