Poin Penting
- Pendapatan RMKO melonjak 89,1 persen menjadi Rp181,2 miliar pada semester I 2026, ditopang bisnis rental dan konstruksi.
- Volume operasional meningkat signifikan, dengan loading batu bara naik 277,9 persen dan hauling tumbuh 107,9 persen.
- Kerugian berhasil ditekan 14,8 persen menjadi Rp47,4 miliar, sementara arus kas operasional berbalik positif Rp42,8 miliar.
Jakarta – PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO) mengumumkan kinerja keuangan pada semester I 2026, dengan raihan pendapatan usaha sebesar Rp181,2 miliar.
Angka pendapatan usaha tersebut tumbuh 89,1 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, hal itu terutama dikontribusikan oleh kinerja segmen rental dan konstruksi Perseroan.
Dari sisi operasional, volume loading batu bara ke kereta api meningkat 277,9 persen yoy menjadi 1,4 juta ton, sejalan dengan kenaikan volume hauling sebesar 107,9 persen yoy menjadi 557,5 ribu ton.
Baca juga: RMKO Sukses Himpun Rp114,3 Miliar dari Rights Issue, Ini Rencana Penggunaannya
Sementara itu, pada segmen konstruksi, pertumbuhan pendapatan ditopang oleh progres penyelesaian proyek pembangunan fasilitas pendukung grup pada area operasional di Sumatera Selatan (Sumsel).
Direktur Keuangan RMKO, Elbert, mengatakan bahwa pertumbuhan kinerja Perseroan pada semester ini sejalan dengan peningkatan permintaan batu bara.
“Kami semakin optimis kinerja pada semester kedua tahun ini dengan kebijakan pertambangan pemerintah yang jauh lebih clear pada semester kedua tahun ini,” ujar Elbert dalam keterangan resmi dikutip, Jumat, 31 Juli 2026.
Baca juga: RMKO Bidik Dana Rp159,9 Miliar dari Rights Issue
Berdasarkan capaian tersebut, dari sisi profitabilitas, RMKO berhasil menekan kerugian sebesar 14,8 persen yoy dengan saldo rugi sebesar Rp47,4 miliar pada paruh pertama 2026.
Meski masih membukukan kerugian, Perseroan berhasil mengelola arus kas dari aktivitas operasional secara positif sebesar Rp42,8 miliar, mencerminkan perbaikan kualitas kinerja operasional.
Lalu, rasio keuangan Perseroan juga tetap terjaga dengan baik, tecermin dari rasio debt-to-equity ratio (DER) sebesar 0,45 kali. (*)
Editor: Yulian Saputra


