Poin Penting
- Kredit properti tumbuh 17,6 persen menjadi Rp1.713,2 triliun pada Juni 2026, lebih tinggi dibandingkan Mei yang sebesar 17,2 persen.
- Kredit konstruksi menjadi pendorong utama, melonjak 47,1 persen menjadi Rp581,9 triliun.
- Pertumbuhan kredit nasional meningkat menjadi 12,1 persen, didukung ekspansi kredit korporasi dan perorangan.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit properti pada Juni 2026 mencapai Rp1.713,2 triliun atau tumbuh 17,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan ini sedikit meingkat dibandingkan Mei 2026 yang tercatat sebesar 17,2 persen (yoy).
Berdasarkan Analisis Perkembangan Uang Beredar yang diterbitkan BI, pertumbuhan kredit properti ditopang oleh kredit konstruksi.
Baca juga: BI Catat Kredit Properti Naik 17,2 Persen jadi Rp1.690,8 Triliun pada Mei 2026
Secara rinci, kredit properti segmen konstruksi mengalami lonjakan pertumbuhan sebesar 47,1 persen (yoy) pada Juni 2026 menjadi Rp581,9 triliun. Pertumbuhan tersebut lebih tinggi dibanding Mei 2026 yang tumbuh 44,6 persen (yoy).
Kemudian, kredit properti KPR dan KPA tumbuh sebesar 4,4 persen (yoy) menjadi Rp852 triliun, melambat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 4,7 persen (yoy).
Sementara, kredit real estate tumbuh sebesar 14 persen (yoy) menjadi Rp279,3 triliun. Angka ini juga melambat jika dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 14,5 persen (yoy).
Baca juga: Strategi Bank Jaga Pertumbuhan Kredit Saat BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen
Secara keseluruhan, penyaluran kredit pada Juni 2026 tercatat sebesar Rp8.916,7 triliun atau tumbuh sebesar 12 ,1 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan Mei 2026 sebesar 10,8 persen (yoy).
Peningkatan penyaluran kredit didorong oleh kenaikan penyaluran kredit kepada debitur korporasi dan perorangan masing-masing sebesar 19,3 persen (yoy) dan 3,5 persen (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 17,2 persen (yoy) dan 3, 4 persen (yoy). (*)
Editor: Yulian Saputra


