Poin Penting
- Permata Bank membukukan laba bersih Rp1,72 triliun pada semester I 2026, naik 4,48 persen dibandingkan tahun lalu.
- Penyaluran kredit tumbuh 5,3 persen menjadi Rp171,2 triliun, didorong segmen korporasi, komersial, dan UKM.
- Likuiditas dan permodalan tetap kuat, tecermin dari CAR 33 persen, LCR 333,4 persen, NSFR 124 persen, dan rasio CASA 57,9 persen.
Jakarta – PT Bank Permata Tbk mencatat laba bersih sebesar Rp1,72 triliun pada semester I 2026, naik 4,48 persen secara tahunan (year on year/YoY) dari periode yang sama tahun lalu Rp1,64 triliun.
Perolehan tersebut ditopang oleh pendapatan operasional sebesar 3,3 persen YoY dan juga Permata pertumbuhan kredit sebesar 5,3 persen YoY dengan kualitas yang terjaga dengan baik.
Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, mengatakan kinerja semester I-2026 menunjukkan konsistensi strategi bisnis yang berfokus pada pertumbuhan berkelanjutan dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian.
“Kinerja Semester I tahun 2026 bukan hanya mencerminkan hasil kinerja yang sehat, tetapi juga menunjukkan kepercayaan dari nasabah, serta kemampuan untuk terus beradaptasi di tengah perubahan yang berlangsung cepat,” ujar Meliza, dalam keterangannya, Jumat, 31 Juli 2026.
Baca juga: WIKA Beton Bukukan Laba Rp4,74 Miliar di Semester I 2026
Menurutnya, Permata Bank terus memperkuat perannya sebagai mitra finansial bagi nasabah, baik individu, keluarga, maupun pelaku usaha.
Kredit Tembus Rp171,2 Triliun
Dari sisi intermediasi, Permata Bank mencatat penyaluran kredit sebesar Rp171,2 triliun hingga akhir Semester I-2026. Nilai tersebut meningkat 5,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan kredit terutama didorong oleh segmen korporasi yang meningkat 9,7 persen YoY menjadi Rp106,4 triliun. Sementara kredit segmen komersial tumbuh 5,7 persen YoY menjadi Rp21,9 triliun.
Pada segmen konsumer, Permata Bank juga memperkuat pembiayaan inklusif melalui penyaluran pembiayaan usaha kecil dan menengah (UKM) yang mencapai Rp7 triliun, naik 11,8 persen dibandingkan Semester I 2025.
Baca juga: Bangkok Bank Gandeng Permata Bank Dorong Investor Thailand Ekspansi di Indonesia
Sejalan dengan pertumbuhan kredit, kualitas aset tetap terjaga. Rasio Non Performing Loan (NPL) Gross berada pada level 2,1 persen, sementara rasio Loan at Risk (LAR) tercatat sebesar 5,9 persen.
Permata Bank juga mempertahankan pencadangan yang konservatif dengan rasio NPL Coverage sebesar 367,5 persendan LAR Coverage sebesar 128,8 persen.
Likuiditas dan Permodalan Permata Bank Tetap Kuat
Permata Bank terus mengoptimalkan struktur neraca untuk menjaga likuiditas. Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 90,3 persen pada akhir Juni 2026, meningkat dibandingkan Semester I-2025 yang berada di level 85,6 persen.
Kondisi likuiditas perseroan juga tetap kuat dengan rasio Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 333,4 persen dan Net Stable Funding Ratio (NSFR) sebesar 124 persen, jauh di atas batas minimum regulasi Basel III.
Baca juga: Permata Bank Ungkap Alasan Belum Tergesa Naikkan Bunga Kredit
Dari sisi pendanaan, Permata Bank terus memperkuat dana murah atau Current Account Saving Account (CASA)melalui pengembangan layanan digital dan peningkatan transaksi nasabah.
Hingga Semester I-2026, kontribusi CASA tetap terjaga pada level 57,9 persen.
Selain itu, struktur permodalan Permata Bank tetap solid dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 33 persen dan Common Equity Tier 1 (CET-1) sebesar 24,7 persen.
Permata Bank Syariah Catat Kinerja Positif
Unit Usaha Syariah Permata Bank juga mencatatkan pertumbuhan positif. Laba operasional sebelum provisi mencapai Rp396,2 miliar, meningkat 2,6 persen YoY.
Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh kenaikan pendapatan operasional lainnya yang meningkat 57,5 persen YoY.
Melalui konsep “Syariah untuk Semua”, Permata Bank Syariah terus memperluas layanan keuangan berbasis prinsip syariah untuk mendukung sektor riil, UKM, dan segmen komersial. (*)
Editor: Yulian Saputra


