Kinerja Bank DKI Diganjar 2 Penghargaan TOP BUMD 2018

Kinerja Bank DKI Diganjar 2 Penghargaan TOP BUMD 2018

Jakarta – Atas pencapaian kinerja yang meningkat, Bank DKI menerima penghargaan TOP BUMD 2018 & TOP BPD BUKU III 2018 dari majalah BusinessNews Indonesia bekerja sama dengan Asia Business Research Center, PPM Manajemen, dan SGL Manajemen. Penghargaan tersebut diterima oleh Direktur Keuangan Bank DKI, Sigit Prastowo di Jakarta, (03/05)

Penghargaan TOP BUMD 2018 merupakan penghargaan yang diberikan kepada BUMD terbaik di Indonesia atas pencapaian prestasi dan perbaikan yang telah diraih sepanjang tahun 2017 lalu. Penilaian TOP BUMD 2018 dilakukan terhadap 2.000 BUMD di seluruh Indonesia atas pencapaian kinerja bisnis, layanan,dan perbaikan atau peningkatan yang telah dilakukan.

Direktur Keuangan Bank DKI, Sigit Prastowo mengucapkan terimakasih kepada nasabah dan pemangku kepentingan atas penghargaan yang diterima oleh Bank DKI atas peningkatan kinerja keuangan dan kinerja non-keuangan yang dilakukan Bank DKI sepanjang tahun 2017.

Tren kinerja positif terus berlanjut per Maret 2018 di mana total aset Bank DKI tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 11,56 persen dari Rp45,92 triliun per Maret 2017 menjadi sebesar Rp51,22 triliun per Maret 2018. Pertumbuhan total aset tersebut didorong oleh pertumbuhan Dana Pihak Ketiga Bank DKI yang tumbuh 17,17 persen dari Rp33,33 triliun per Maret 2017 menjadi Rp39,05 triliun per Maret 2018.

Baca juga: Kerjasama Bank DKI dan BPJS Ketenagakerjaan

Selain kinerja keuangan, lanjut Sigit, Bank DKI juga berhasil mencapai sejumlah pencapaian nonfinansial khususnya terkait dengan peran Bank DKI sebagai BUMD dalam mendukung program kerja Pemprov DKI Jakarta, di antaranya implementasi transaksi nontunai di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. “Ini membuahkan apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan kepada Bank DKI sebagai BPD Model pendukung pengelolaan keuangan daerah,” tuturnya.

Selain itu, imbuhnya, dukungan kepada program kerja Pemprov DKI Jakarta, khususnya di bidang pengembangan UMKM, dilakukan dengan penyaluran kredit secara massal kepada 72 UMKM pemula binaan OK OCE dengan maksimal plafon kredit per debitur mencapai Rp10 juta dengan tingkat bunga 7 persen.

Bank DKI juga mendukung peningkatan akuntabilitas pengelolaan keuangan di sektor pendidikan di DKI Jakarta, dengan turut berpartisipasi membangun Sistem Informasi Akuntabilitas Pendidikan Bantuan Operasional Sekolah – Bantuan Operasional Pendidikan (SIAP BOS BOP) berbasis Cash Management System (CMS) Bank DKI yang diberi nama CMS – SIAP BOS BOP. Pengelolaan Keuangan di Sektor Pendidikan dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta melalui Badan Pengelola Keuangan Daerah dan Dinas Pendidikan bersama dengan Kementerian BUMN, dan Bank DKI.
(*)

27 total views, 2 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published.