BTN: Permintaan Rumah di Jateng dan Jatim Tertinggi

BTN: Permintaan Rumah di Jateng dan Jatim Tertinggi

Jakarta – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menilai permintaan masyarakat terhadap rumah masih sangat tinggi. Berdasarkan data Bank BTN, permintaan rumah masih cukup tinggi khususnya di provinsi yang padat penduduk seperti di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Direktur Utama Bank BTN Maryono, di Jakarta, Kamis, 13 September 2018. Menurutnya, berdasarkan data per Juni 2016 di dua provinsi terbesar di Jawa tersebut masih tinggi yakni di Jawa Tengah mencapai 860.385 unit dan Jawa Timur 1.013.624 unit.

“Permintaan rumah masih cukup tinggi di provinsi yang padat penduduk,” ujar Maryono.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan, bahwa berdasarkan olahan data Bank BTN, tercatat Indeks Harga Rumah tipe kecil yaitu 21-36 sejak Januari 2014 mencapai indeks tertinggi yaitu 167,74 dibandingkan tipe 45 dan 70 yang masing-masing mencatatkan House Price Index (HPI) sebesar 143,97 dan 141,20.

“Permintaan untuk rumah kecil lebih tinggi dibandingkan tipe rumah yang lebih luas, kemungkinan ini juga terkait dengan daya beli masyarakat dan permintaan dari masyarakat kelas menengah ke bawah,” ucapnya.

Dengan metode yang sudah dimodifikasi, tim riset Housing Finance Center (HFC) BTN bekerjasama dengan InterCAFE IPB memaparkan, dihitung dengan menggunakan tahun dasar Januari 2014, HPI nasional terus menanjak, data per Juni 2018 Indeks Harga Properti Nasional tercatat mencapai 155,26 dengan pertumbuhan 7,23 persen (yoy).

HPI secara nasional tersebut meningkat dibandingkan Juni 2017 yang sebesar 145,15 dan lebih tinggi dibandingkan Juni 2016 yang mencapai 135,22. BTN memproyeksikan HPI akan terus meningkat meski pertumbuhan harga rumah cenderung melambat karena faktor supply dan demand, tingkat suku bunga kredit dan ketersediaan properti.

Sementara itu empat provinsi yang berada di atas HPI nasional berturut-turut tercatat di Provinsi Kepulauan Riau dengan angka 215,43, sementara posisi kedua tertinggi adalah DKI Jakarta dengan indeks 189,2, selanjutnya provinsi Jawa Timur dengan angka indeks 173,34 dan posisi ke empat adalah Provinsi Banten dengan indeks 156,8.

“HPI di Kepulauan Riau rata-rata pertumbuhannya sebesar 20,09 persen didorong perkembangan properti di Batam yang terus meningkat seiring dengan kenaikan harga rumah, tidak heran Batam menjadi  kabupaten yang mencatatkan  HPI sebesar 223,76 tertinggi kedua setelah kabupaten Jember di Jawa Timur yang mencapai 229,4,” tutupnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.