Jakarta–PT Zurich Topas Life membukukan pendapatan annual premium equivalent (APE) sebesar Rp70 miliar pada semester pertama tahun 2017. Menurut direksi perusahaan, pencapaian tersebut meningkat 60-70 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Peter Huber, Presiden Direktur Zurich Topas Life, mengatakan, tingginya peningkatan pendapatan premi tersebut masih didominasi oleh produk unit linked. Sampai saat ini, porsi produk unit linked masih berkontribusi sebesar 70 persen dari total pendapatan premi.
“Penjualan produk terbesar masih dari jalur distribusi keagenan. Saat ini, jumlah agen kami sudah lebih dari 3.000 agen dan terdapat 1.300 agen baru di dalamnya. Kontribusi dari jalur distribusi ini juga mencapai 70 persen,” jelasnya kepada infobanknews.com di Jakarta, Rabu, 16 Agustus 2017.
Peter melanjutkan, sampai dengan akhir tahun ini, jumlah agen yang dimiliki perusahaan akan berjumlah 4.000 agen. Hal ini sesuai dengan amanat Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) yang menargetkan jumlah agen sebanyak 500 ribu agen.
Rosmaylinda Nasution, Director Chief of Distribution and Communications Zurich Topas Life mengatakan, pihaknya juga akan membesarkan kontribusi dari jalur lainnya seperti bancassurance dan juga digital. Saat ini, pihaknya baru bekerja sama dengan 5 perbankan, Bank Mayapada, BTN, CTBC Bank, Bank Mayora, dan Bank of China.
Perusahaan juga sedang melakukan penjajakan dengan beberapa perbankan baru untuk jalur distribusi bancassurance. Pihaknya juga sedang mengembangkan beberapa aplikasi yang ada di smartphone sebagai salah satu jalur distribusi. Namun, Peter masih belum bisa memastikan kapan jalur distribusi digital tersebut mulai beroperasi. (*) Indra Haryono
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More