Poin Penting
- ZHC Aladin International memperkuat bisnis otomotif melalui Wuling Certified Used Car, dengan kendaraan bekas menjalani inspeksi 135 titik dan perbaikan sesuai standar tersertifikasi
- Program ini menekankan kualitas dan transparansi, termasuk penetapan harga berdasarkan data serta kondisi aktual kendaraan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen
- ZHC Aladin menargetkan 300–400 unit mobil bekas bersertifikasi per tahun, didukung program trade-in dengan penawaran hingga Rp10 juta di atas harga pasar.
Jakarta – ZHC Aladin International, salah satu dealer Wuling dan Morris Garage (MG) di Tanah Air memperkuat ekosistem bisnis otomotif melalui program Wuling Certified Used Car.
Program tersebut menjadi salah satu strategi dealer di bawah naungan SAIC Motor ini dalam menghadirkan kendaraan bekas berkualitas sekaligus memperluas sumber pendapatan bagi dealer.
Eddy, COO ZHC Aladin International menjelaskan, di tengah persaingan industri otomotif yang semakin ketat, keberadaan Wuling Certified Used Car dinilai menjadi salah satu pembeda bagi perseroan.
“Dengan standar inspeksi kendaraan dan jaminan layanan, kami ingin meningkatkan rasa aman serta kepercayaan konsumen terhadap kendaraan bekas,” kata Eddy dalam peluncuran Wuling Certified Used Car di Jakarta, 28 Agustus 2026.
Baca juga: Mau Beli Mobil Listrik? Jangan Sampai Abaikan 4 Hal Penting Ini
Melalui program tersebut, lanjut Eddy, ZHC Aladin International menerapkan sejumlah standar dalam proses pengelolaan kendaraan bekas, mulai dari inspeksi, perbaikan, transaksi hingga pemasaran.
“Setiap kendaraan melalui inspeksi 135 titik dan perbaikan sesuai standar yang ditetapkan dan disertifikasi,” ujarnya.
Selain aspek kualitas, kata Eddy, pihaknya juga menekankan transparansi dalam proses transaksi. Harga kendaraan ditentukan berdasarkan data dan kondisi aktual kendaraan sehingga memberikan informasi yang lebih jelas kepada konsumen.
“Transaksi dan harga dilakukan secara transparan, dengan harga yang mengacu pada data serta kondisi kendaraan,” katanya.
Melalui program Wuling Certified Used Car, Eddy membidik sekitar 30 persen dari 2.000 unit pembelian mobil baru perseroan, berasal dari kendaraan yang diperoleh melalui skema trade-in dan akuisisi. Jika dikalkulasi, sekira 600 unit kendaraan bekas yang masuk ke dalam ekosistem Wuling Certified Used Car.
“Dari jumlah tersebut, kami menargetkan sekitar 30 unit mobil bekas bersertifikasi per bulan. Atau sekitar 300 – 400 unit per tahun,” jelasnya.
Untuk mendorong program trade-in, Wuling juga memberikan penawaran harga hingga Rp10 juta di atas harga pasar.
“Melalui program trade-in ini, kami memberikan penawaran harga hingga Rp10 juta di atas harga pasar. Hal ini akan memberikan nilai lebih bagi pelanggan dan mendorong mereka untuk kembali memilih Wuling,” ujarnya.
Di kesempatan yang sama, Shao JunKan, CEO ZHC Aladin International mengatakan, program ini bertujuan untuk memberikan pilihan kepada konsumen di Tanah Air untuk memiliki mobil bekas yang bersetifikasi dari Wuling.
“Program kendaraan bekas bersertifikat dari Wuling ini untuk menjawab kebutuhan konsumen yang semakin berkembang,” jelas Shao.
Baca juga: Asuransi Mobil Listrik Tak Selalu Mahal, Ternyata Preminya Cuma Segini
Program tersebut juga diarahkan untuk membangun ekosistem yang terintegrasi dari penjualan hingga layanan purnajual.
Bisnis mobil bekas dapat menjadi penghubung kembali antara pelanggan dengan dealer melalui aktivitas trade-in maupun layanan after sales.
Sekadar informasi tambahan, ZHC Aladin International merupakan dealer Wuling dan MG di Indonesia. Tahun ini, mereka menandai dua tahun perjalanannya di industry otomotif Tanah Air. (*)


