Tips & Trick

Yuk, Berinvestasi di Lembaga Keuangan

Jakarta – Kebutuhan hidup manusia makin lama makin meningkat. Tidak hanya kebutuhan akan pendidikan dan kesehatan, kebutuhan konsumsi pun kian hari kian mahal. Hal ini tentu disadari masyarakat. Sayangnya, sebagian masyarakat tidak menyikapi masalah ini dengan serius. Alhasil, masih banyak masyarakat yang tak punya persiapan untuk kehidupan masa tuanya.

Padahal, kini banyak produk investasi yang ditawarkan lembaga keuangan, seperti perusahaan sekuritas atau broker dan perbankan. Sebut saja, obligasi, deposito, saham, dan reksa dana. Instrumen investasi tersebut bisa digunakan masyarakat untuk bekal hidup pada masa mendatang.

Bagi masyarakat yang sejak muda sudah terbiasa melakukan investasi langsung di saham ataupun surat berharga lainnya, aktivitas ini dapat dilakukan dengan lebih mudah karena mereka memiliki banyak waktu luang untuk melakukan analisis. Namun, untuk masyarakat yang sudah memasuki masa tua, minim pengetahuan akan dunia investasi, dan tak punya banyak waktu luang untuk melakukan aktivitas investasi, produk reksa dana bisa jadi alternatif. Karena, ada manajer investasi (MI) yang akan mengelolanya. Reksa dana bisa dibeli langsung dari lembaga yang mengelola dan menerbitkannya, yakni MI dan perbankan yang memiliki izin sebagai agen penjual efek reksa dana (APERD).

Untuk mempersiapkan masa depan, masyarakat juga bisa mendaftarkan diri sebagai peserta lembaga dana pensiun. Lembaga yang menyelenggarakan dana pensiun sendiri banyak macamnya. Contohnya, BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, Asabri, dan Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPKK).

Masyarakat yang tidak terdaftar sebagai peserta pensiun di beberapa lembaga tersebut bisa mendaftarkan diri sebagai peserta Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Produk ini bisa didapat di bank yang memiliki program dana pensiun. DPLK adalah salah satu program keuangan yang diperuntukkan bagi masyarakat yang ingin memiliki dana pensiun. Prinsipnya relatif sama dengan tabungan berjangka, yakni dana yang disimpan tidak bisa dicairkan sebelum tiba masanya. (*) Dwitya Putra

Apriyani

Recent Posts

Banyak Bank Rombak Manajemen, OJK Optimistis Kinerja Perbankan 2026 Lebih Baik

Poin Penting OJK optimistis kinerja perbankan 2026 membaik, didorong perombakan manajemen di banyak bank. Pertumbuhan… Read More

33 mins ago

Krisis Ekonomi Hantam Iran, Nilai Tukar Rial Ambruk

Poin Penting Inflasi tinggi dan anjloknya nilai tukar rial memicu aksi protes massal di berbagai… Read More

48 mins ago

Kasus Pajak PT Wanatiara Persada Terbongkar, KPK Sebut Negara Rugi Rp59 Miliar

Poin Penting KPK mengungkap kerugian negara hingga Rp59 miliar akibat pengurangan kewajiban PBB PT Wanatiara… Read More

57 mins ago

Kriminalisasi Kredit Macet: Wahai Bankir Himbara dan BPD, Stop Dulu Kucurkan Kredit!

Oleh The Finance Team NAMANYA bank, sudah pasti ada kredit macet. Kalau tidak mau macet,… Read More

1 hour ago

Intip Kekayaan Kepala Kantor Pajak Jakut Dwi Budi Iswahyu yang Kena OTT KPK

Poin Penting Kepala KPP Madya Jakarta Utara, Dwi Budi Iswahyu, resmi ditetapkan KPK sebagai tersangka… Read More

1 hour ago

Defisit Fiskal dan Pertumbuhan Kredit: Penyangga Rapuh PDB dari Sisi Konsumsi Masayarakat

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan STRUKTUR pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak lama menunjukkan… Read More

1 hour ago