YELO Resmi Kantongi Restu Right Issue 15,3 Miliar Saham

YELO Resmi Kantongi Restu Right Issue 15,3 Miliar Saham

YELO Resmi Kantongi Restu Right Issue 15,3 Miliar Saham
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – PT Yelooo Integra Datanet Tbk (YELO) telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada hari ini (9/11), dalam RUPS tersebut disetujui pelaksanaan Penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau right issue dengan melepas sebanyak 15,3 miliar (15.302.195.240) saham baru bernominal Rp100 per lembar.

Direktur Utama YELO, Wewy Susanto, mengatakan bahwa total dana maksimal yang dihimpun dari rencana right issue sebesar Rp1,53 triliun, hal tersebut juga telah disetujui oleh para pemegang saham independen melalui RUPS tersebut.

“Aksi korporasi tersebut dipilih untuk memperkuat pengembangan YELO melalui anak usaha Viberlink terus berupaya mewujudkan pemerataan konektivitas ke desa-desa di Indonesia,” ucap Wewy dalam keterangan resmi di Jakarta, 9 November 2022.

Diketahui, layanan internet Viberlink tersebut memanfaatkan kabel serat optik 100% dengan kecepatan mencapai 100mbps hingga 1gbps per rumah. Perusahaan juga menargetkan layanan tersebut bisa dinikmati pada 592 kota/kabupaten, serta 18 ribu desa di Pulau Jawa.

Selain itu, Viberlink juga meluncurkan Viberlink Academy untuk melatih dan menciptakan tenaga andal di bidang pemasaran dan pemasangan teknologi fiber optic. Program tersebut pun diharapkan dapat melahirkan entrepreneur baru dan lapangan kerja bagi 2.000 orang.

Ia melanjutkan bahwa pembangunan digital ekosistem di desa tersebut akan memberikan dampak sosial dan ekonomi, serta turut membantu pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

“Melalui Viberlink, kami berharap dapat meningkatkan pemberdayaan ekonomi digital terutama wilayah desa pelosok, baik untuk kegiatan pendidikan, pertanian, maupun industri kreatif sehingga mampu berkembang pesat,” imbuhnya.

Adapun, Google, Temasek, dan Bain & Company dalam laporan bertajuk ‘e-Conomy SEA’ memproyeksikan ekonomi digital Indonesia mampu mencapai USD77 miliar pada 2022 dan nilai tersebut akan terus meningkat hingga USD130 miliar pada 2025 dan diprediksi pada 2030 akan tumbuh tiga kali lipat senilai USD220-360 miliar. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]