Jakarta – Perkembangan digitalisasi pada sistem pembayaran membuat transaksi masyarakat semakin murah dan efisien. SVP Digital Banking Bank Mandiri Sunarto Xie mengungkapkan, penerapan produk digitalisasi mampu memotong biaya transaksi dengan signifikan.
Salah satu inovasi Bank Indonesia seperti Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) dinilai menjadi instrumen penting untuk mendorong digitalisasi sistem pembayaran.
“Sebagai pemain industri, kita juga harus melihat nilai ekonomi dari produk ini (QRIS). Di Mandiri, kami memperkirakan biaya transaksi bisa 30% lebih murah dibandingkan dengan pembayaran via kartu,” jelas Sunarto Xie pada paparannya dalam Agenda G20 Financial Track, Selasa, 15 Februari 2022.
Ia menjelaskan, dahulu, salah satu tantangan untuk menjangkau kalangan underbanked dan underserved adalah biaya yang mahal. Masalah tersebut saat ini bisa diatasi oleh produk digitalisasi seperti QRIS.
“Sekarang, dengan segala infrastruktur yang kita miliki, dengan jumlah smartphone yang banyak, saya melihat satu hal yang sama, yaitu cepat, mudah, murah, aman dan handal (CEMUMUAH). Ini lah yang ingin kita berikan kepada sektor inklusi finansial,” tambahnya.
Bank Mandiri optimis dengan produk digitalisasi serta biaya murah, inklusi keuangan dapat terus meningkat. Hal ini tentunya akan berdampak pada pemulihan ekonomi yang lebih cepat. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More