Wow! Perputaran Uang di Libur Panjang Imlek 2026 Diproyeksi Tembus Rp9 T, Ini Rinciannya

Wow! Perputaran Uang di Libur Panjang Imlek 2026 Diproyeksi Tembus Rp9 T, Ini Rinciannya

Poin Penting

  • Perputaran uang Imlek 2026 diproyeksi tembus Rp9 triliun, berdasarkan estimasi 11,25 juta warga Tionghoa di Indonesia.
  • Belanja keluarga dan mobilitas perjalanan jadi kontributor utama, dengan potensi transaksi Rp4,49 triliun dari konsumsi dan perjalanan.
  • Sektor transportasi dan ritel turut mendongkrak ekonomi, termasuk tiket pesawat, kereta, Whoosh, serta transaksi ritel sekitar Rp2,66 triliun.

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia memperkirakan potensi perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek 2026 menembus lebih dari Rp9 triliun.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang mengatakan, estimasi tersebut dihitung berdasarkan jumlah warga Indonesia keturunan Tionghoa yang diperkirakan mencapai 11,25 juta orang.

Perayaan Imlek, kata dia, tidak hanya dirayakan umat Konghucu, melainkan juga mayoritas masyarakat Tionghoa lintas agama karena dimaknai sebagai Tahun Baru China.

“Biasanya perayaan Imlek bukan hannya dirayakan warga yang beragama Khonghucu, tapi umumnya  dirayakan semua orang Tionghoa di Indonesia yang beragama lain karena Imlek adalah Tahun Baru Cina,” kata Sarman, dalam keterangannya, dikutip Rabu, 18 Februari 2026.

Ia menjelaskan, dari total populasi 11,25 juta jiwa tersebut, jika diasumsikan setiap keluarga terdiri dari empat orang, maka terdapat sekitar 2.812.500 keluarga.

Baca juga: Kadin: Program Perumahan Massal Bisa Dongkrak PDB hingga 1,5 Persen

Apabila setiap keluarga membelanjakan rata-rata Rp1 juta untuk kebutuhan perayaan seperti jamuan makan dan berbagi angpao, maka potensi perputaran uang diperkirakan mencapai Rp 2,81 triliun.

Selain itu, pergerakan masyarakat untuk wisata maupun ziarah juga diprediksi meningkat. Diperkirakan sekitar 3.369.820 orang melakukan perjalanan menggunakan pesawat, kereta api, maupun kendaraan pribadi. 

“Jika rata-rata membelanjakan uang Rp500ribu, maka potensi perputaran mencapai Rp1,68 triliun. Dengan demikian, perputaran uang diperkirakan mencapai Rp4,49 triliun,” beber Sarman.

Tiket Transportasi dan Ritel Dongkrak Transaksi

Sarman melanjutkan, dari sektor transportasi udara, jumlah penumpang diperkirakan mencapai 1.744.820 orang. Jika rata-rata harga tiket Rp1 juta, nilai transaksi tiket pesawat dapat mencapai Rp1,74 triliun.

Baca juga: Kadin Nilai Ekonomi RI Tetap Tangguh, Dorong Reindustrialisasi dan Industri Padat Karya

Sementara itu, potensi penumpang kereta api diperkirakan sekitar 1 juta orang dengan rata-rata tiket Rp150.000, sehingga menghasilkan transaksi sekitar Rp150 miliar. 

Untuk layanan kereta cepat Whoosh, diperkirakan terdapat 25.000 penumpang dengan tarif rata-rata Rp250.000 atau setara Rp 6,25 miliar.

Baca juga: Penumpang Whoosh Melonjak saat Libur Panjang Imlek 2026, Capai 25 Ribu per Hari

Dari sektor ritel, mengacu pada data Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), target transaksi selama momentum Imlek hingga Ramadan dan Idulfitri diproyeksikan mencapai Rp 53,38 triliun. 

Dengan demikian, menurutnya, jika periode libur Imlek berkontribusi sekitar 5 persen, maka potensi transaksi ritel diperkirakan sebesar Rp2,66 triliun.

“Dengan demikian, potensi perputaran uang selama perayaan dan libur Imlek 2026 diperkirakan lebih kurang Rp9 triliun. Jumlah ini belum termasuk belanja bahan bakar minyak kendaraan pribadi, tarif tol, serta perjalanan laut dan penyeberangan,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62