OJK di bawah kepimpinannya akan melakukan penghematan di segala bidang, seperti pengeluaran biaya untuk Sumber Daya Manusia (SDM). Dia menambahkan, bahwa pihaknya akan lebih mengoptimalkan SDM yang ada memprioritaskan kegiatan-kegiatan yang penting. Sementara dalam struktur kelembagaan juga terlihat cukup gemuk dengan keberadaan 17 deputi komisioner setingkat dirjen.
Baca juga: Wimboh Diminta Tingkatkan Peran OJK di Daerah Perbatasan
“Informasi sekarang banyak pengeluaran untuk SDM, kita optimalkan SDM dan kegiatan prioritas. Efisiensi akan menjadi fokus. Kegiatan suporting akan lebih terukur,” tutup Wimboh.
Sebagaimana diketahui pada tahun ini OJK menganggarkan Rp4,37 triliun untuk menjalankan fungsi kelembagaannya. Dana yang mayoritas diambil melalui pungutan dari industri keuangan tahun lalu itu sebesar 86 persen dialokasikan untuk kegiatan administratif, 10 persen untuk operasional, 3,13 persen untuk pengadaan aset. Tahun ini, OJK sendiri menargetkan penerimaan dana iuran sebesar Rp4,66 triliun. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting Kolaborasi budaya–bisnis: Ajang Meet and Greet Miss Japan 2026 jadi momentum networking Indonesia–Jepang,… Read More
Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More
Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More
Poin Penting BRI Insurance salurkan bantuan Rp230 juta untuk korban bencana di Pidie Jaya (Aceh)… Read More
Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More