Jakarta – Setiap awal tahun, warga Indonesia akan menghadapi musim penghujan dimana sebagian besar wilayah mungkin saja akan menghadapi bencana banjir jika musim hujan ini tidak ditangani dengan baik. Namun, untuk mengantisipasi bencana banjir ini, Adira Insurance telah membentuk tim tanggap bencana yang bertujuan untuk memberikan bantuan berupa evakuasi.
“Setiap tahunnya, kami selalu membentuk tim tanggap bencana di Adira Insurance, terutama menjelang musim penghujan. Tim tanggap bencana Adira Insurance juga selalu berkoordinasi dengan tim bencana Danamon sebagai holding company kami,” ujar Guntur Pramudhya, Contact Center Department Head Adira Insurance dalam keteranganya di Jakarta, Senin 15 Februari 2016.
Bantuan utama yang diberikan utamanya adalah untuk mengevakuasi kendaraan ke lokasi yang lebih aman serta perbaikan kendaraan atas kerusakan akibat banjir sesuai jaminan yang tercatat di dalam polis. Selain itu, Adira Insurance uga memberikan bantuan logistik bagi para korban banjir melalui posko-posko banjir yang ada.
Sebagai bentuk persiapan menghadapi banjir, tim tanggap bencana Adira Insurance telah melakukan beberapa langkah antisipasi diantaranya adalah:
Pertama, sosialisasi melalui e-mail terkait mekanisme pelaporan bencana banjir atau bencana alam lainnya dan antisipasi tindakan yang harus dilakukan bila terjadi bencana banjir atau bencana alam.
Kedua, informasi terkait tips atau himbauan terkait menangani banjir atau cuaca yang tidak menentu.
Ketiga, tips mengemudi saat musim penghujan ataupun saat menangani banjir yang ditujukan bagi para Pelanggan maupun karyawan Adira Insurance secara berkala melalui SMS blast.
“Terkait dengan proses evakuasi tersebut, kami selalu mengarahkan Pelanggan untuk menghubungi call center Adira Care 1500 456 agar Pelanggan dapat segera memperoleh pertolongan dari kami,” ujar Guntur. (*) Ria Martati
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More