Poin Penting
- Waskita menggarap tiga Sekolah Rakyat di Papua senilai Rp1,07 triliun, rampung Januari 2027
- Proyek mencakup pembangunan sekolah, asrama, rumah guru, dan fasilitas pendukung di Jayapura, Sarmi, dan Biak Numfor
- Sekolah Rakyat diharapkan memperluas akses pendidikan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dipercaya untuk membangun tiga kawasan Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Papua dengan total nilai kontrak sebesar Rp1,07 triliun.
Proyek tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus mempercepat pemerataan pembangunan di Indonesia Timur.
Melalui Kerja Sama Operasi (KSO) Waskita–Adhi–PAB, proyek tersebut akan dilaksanakan di Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, dan Kabupaten Biak Numfor, yang ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 5,5 bulan, sehingga fasilitas pendidikan dapat mulai dimanfaatkan pada Januari 2027.
Corporate Secretary WSKT, Ermy Puspa Yunita, mengatakan bahwa, SR Papua merupakan bagian dari komitmen Perseroan dalam mendukung agenda pembangunan nasional. Khususnya yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Kepercayaan yang diberikan kepada Waskita merupakan amanah yang kami jawab melalui kualitas pelaksanaan, inovasi konstruksi, serta kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan,” ucap Ermy dalam keterangan resmi di Jakarta, 6 Juli 2026.
Baca juga: Waskita Karya Bangun Proyek Strategis di Arab Saudi, dari Ma’taf Ka’bah hingga KAFD
Menurutnya, lokasi proyek yang berada di wilayah paling timur Indonesia menghadirkan tantangan logistik tersendiri. Meski demikian, Perseroan telah menyiapkan strategi mobilisasi material, peralatan, dan sumber daya secara terintegrasi dengan memanfaatkan jalur distribusi melalui Pelabuhan Jayapura, Sarmi, dan Biak.
Lingkup pekerjaan meliputi pembangunan ruang kelas jenjang SD, SMP, dan SMA, asrama putra dan putri, gedung serbaguna, rumah susun guru, rumah ibadah, kantin, lapangan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya yang akan dirancang menjadi kawasan pendidikan terpadu.
Baca juga: Waskita Karya Kantongi Kontrak Baru Rp3,1 Triliun per Maret 2026
Waskita memandang pembangunan infrastruktur sosial sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi nasional.
Kehadiran Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan berkualitas, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, menggerakkan rantai pasok daerah, serta menciptakan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar. (*)
Editor: Galih Pratama


