Market Update

Waskita Karya Garap Jalan di Bali Senilai Rp290,84 Miliar

Poin Penting

  • Waskita Karya raih kontrak baru Rp290,84 miliar untuk membangun Jalan Perbaikan Geometrik Batas Kota Singaraja–Mengwitani (Shortcut 9 dan 10) Paket I di Bali
  • Proyek sepanjang 931,5 meter jalan dan 593,5 meter jembatan ditargetkan rampung akhir 2027, guna meningkatkan keselamatan
  • Konektivitas Bali Selatan–Utara makin lancar, diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pariwisata Bali Utara, serta efisiensi distribusi dan biaya logistik.

Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) kembali mengantongi kontrak baru membangun Jalan Perbaikan Geometrik Batas Kota Singaraja-Mengwitani (Shortcut 9 dan 10) Paket I di Bali senilai Rp290,84 miliar.

Direktur Operasi II WSKT, Dhetik Ariyanto, menuturkan pembangunan jalan sepanjang 931,5 meter itu ditargetkan akan rampung pada akhir 2027, berbarengan dengan pengerjaan jembatan sepanjang 593,5 meter.

Ia menjelaskan jalan pintas tersebut menghubungkan Bali Selatan yang merupakan pusat pariwisata utama dengan Bali Utara. Sebelumnya, konektivitas kedua kawasan itu terhambat oleh kondisi jalan yang berkelok.

“Perbaikan geometrik Jalan Batas Kota Singaraja-Mengwitani berfungsi meningkatkan keselamatan berkendara. Hal itu karena, jalan yang kami perbaiki dirancang untuk mengurangi jumlah tikungan tajam serta tingkat kecuraman,” ucap Dhetik dikutip 16 Desember 2025.

Baca juga: Waskita Karya Rampungkan Transaksi Divestasi Saham Jalan Tol Cimanggis-Cibitung, Segini Nilainya

Ia menambahkan, keberadaan jalan ini juga mengefisiensi sekaligus mempercepat waktu tempuh, karena mampu memangkas jarak dari 13,46 kilometer (km) menjadi sekitar 12,76 km di beberapa titik. Sehingga jarak tempuh Denpasar-Singaraja hanya mampu mencapai dua jam dari tiga jam.

Tentunya, sejumlah manfaat itu diharapkan juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata. Khususnya sektor pariwisata di wilayah Bali Utara.

“Dengan akses yang lebih mudah dan cepat, diharapkan jumlah wisatawan ke Bali Utara dapat meningkat. Pada akhirnya akan membantu pemerataan pembangunan pariwisata yang selama ini terfokus di Selatan,” imbuhnya.

Baca juga: Pengamat Sebut Waskita Karya Jauh dari Potensi Delisting, Ini Alasannya

Adapun, dengan semakin lancarnya akses jalan itu juga berdampak pada kemudahan pengangkutan hasil bumi, produk lokal, serta barang lainnya ke pasar. Bahkan, bisa menghemat biaya bahan bakar dan perawatan kendaraan bagi pelaku usaha logistik.

“Pembangunan dan perbaikan jalan ini merupakan salah satu wujud kontribusi perseroan dalam membangun negeri dan membantu pemerintah menyejahterakan masyarakat. Kami percaya, kesenjangan ekonomi antarwilayah bisa berkurang melalui banyaknya pembangunan proyek konektivitas yang dibangun di berbagai daerah,” tutup Dhetik. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

Purbaya Nilai Utang Luar Negeri RI Masih Aman meski Meningkat

Poin Penting Rasio utang pemerintah 40,46 persen terhadap PDB dinilai Purbaya masih aman dibandingkan negara… Read More

19 mins ago

OJK Cabut Izin Usaha BPR Kamdana di Bali, Ini Penyebabnya

Poin Penting OJK resmi mencabut izin usaha PT BPR Kamadana di Bali pada 18 Februari… Read More

2 hours ago

LPEM UI Sarankan BI Tahan Suku Bunga 4,75 Persen pada Februari 2026, Ini Pertimbangannya

Poin Penting LPEM UI sarankan BI Rate tetap 4,75% pada RDG Februari 2026 guna menjaga… Read More

2 hours ago

Kasus-Kasus Kriminalisasi Kredit Macet yang Membelit BPD

Poin Penting Mantan petinggi Bank BJB, Bank DKI, dan Bank Jateng jadi terdakwa kredit macet… Read More

2 hours ago

Pendaftaran BTN RUN 2026 Resmi Dibuka, Targetkan 7.600 Peserta

Poin Penting BTN RUN 2026 dibuka 13 Februari via bale by BTN dan 18 Februari… Read More

3 hours ago

Bank Danamon dan Adira Finance Perpanjang Bunga Spesial KPM Prima

Poin Penting Bank Danamon dan Adira Finance memperpanjang bunga dan margin spesial KPM Prima mulai… Read More

3 hours ago