Wamenkop Ajak Gen Z “Pulang Kampung” Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Wamenkop Ajak Gen Z “Pulang Kampung” Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Poin Penting

  • Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah mengajak Gen Z kembali ke desa untuk menggerakkan ekonomi lokal melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
  • Kopdes Merah Putih diharapkan mengakhiri ironi desa kaya SDA namun dikelola pihak luar, dengan mendorong pemetaan potensi dan pengembangan usaha produktif
  • Koperasi ditegaskan sebagai ruang strategis dan profesional bagi Gen Z untuk belajar kewirausahaan, kepemimpinan, hingga membangun karier jangka panjang.

Jakarta – Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mengajak generasi muda, khususnya para mahasiswa Gen Z, untuk kembali ke kampung halaman dan menjadi penggerak ekonomi desa melalui koperasi.

“Generasi muda ketika kembali ke desa, harus mampu mengembangkan jiwa kewirausahaan, melalui keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih,” kata Farida, dikutip Rabu, 25 Februari 2026.

Ia menyoroti ironi yang selama ini terjadi, yakni sumber daya alam berada desa yang melimpah, tapi yang memanfaatkan dan mengelolanya justru orang dari luar desa (kota). 

“Sedangkan SDM-nya banyak yang ke kota untuk kuliah dan mencari kerja. Adanya Kopdes Merah Putih ini salah satunya untuk menghapus ironi tersebut,” jelasnya.

Baca juga: KSPN Kritik Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India untuk Kopdes Merah Putih

Menurutnya, para Gen Z kembali ke desanya bisa melakukan pemetaan terkait potensi yang dimiliki desanya. Misalnya, sektor pertanian, peternakan, perkebunan, dan sebagainya. 

“Para Gen Z bisa menjalankan usaha produktif untuk memberikan nilai tambah dari produk asal desanya,” terangnya.

Misalnya, bila desanya memiliki produk unggulan tomat, maka para Gen Z bisa memproduksi produk turunan lain dari tomat, seperti saus sambal, jus dalam kemasan, dan lainnya.

“Nah, seluruh potensi desa tersebut akan dikonsolidasikan di dalam Kopdes Merah Putih. Lewat Kopdes ini pula akan terbangun jaringan pemasaran produk desa antar wilayah,” kata Wamenkop.

Ia meyakini, koperasi yang moderen dan profesional merupakan wadah yang tepat bagi para Gen Z dalam mengekspresikan dirinya.

Baca juga: Lahan Terbatas, Kemenkop Ubah Desain Pembangunan Kopdes Merah Putih

“Anak muda, jangan ragu untuk menjadi anggota koperasi. Jangan ragu untuk berkarya di koperasi. Dan jangan ragu untuk berkarier di koperasi,” kata Wamenkop.

Bahkan, dirinya menegaskan, koperasi bukan pilihan kedua, bukan tempat singgah sementara. 

“Koperasi adalah ruang strategis untuk membangun masa depan, bagi diri kalian, bagi masyarakat, dan bagi bangsa Indonesia,” tegas Wamenkop.

Melalui koperasi, lanjut Wamenkop, para Gen Z bisa belajar kewirausahaan yang sebenarnya, bukan hanya mengejar keuntungan pribadi, tetapi menciptakan manfaat bersama. 

Di koperasi, mahasiswa bisa belajar memimpin, bernegosiasi, mengambil keputusan, mengelola risiko, dan membangun kepercayaan.

“Ini adalah wadah praktik kepemimpinan yang sangat nyata,” tandasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Related Posts

News Update

Netizen +62