Jakarta–Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) terus menggalakkan program sejuta rumah untuk memenuhi kebutuhan rumah khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dalam hal ini, pemerintah juga memberikan fasilitas uang muka (DP) rendah yakni 1 persen.
Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo menilai, program yang diusung Presiden Jokowi terkait dengan uang muka 1 persen untuk kepemilikan rumah, dianggap jauh lebih realistis dibandingkan dengan pengenaan uang muka atau DP nol persen yang belakangan menjadi program oleh pemimpin terpilih DKI Jakarta.
“Untuk sementara ini, idealnya iya (DP satu persen),” ujar Mardiasmo, dalam seminar yang diselenggarakan Infobank dan Perbanas yang bertema “Sinergi Antara Regulator, Perbankan & Pengembang Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Kredit & Perlindungan Konsumen di Sektor Property” di Jakarta, Selasa, 16 Mei 2017.
Pemerintah memiliki alasan tersendiri mengenai hal tersebut. Menurutnya, dengan dikenakan uang muka, maka masyarakat bisa mempunyai rasa memiliki atas rumah yang diakusisi dengan jerih payah. Sementara itu, apabila pembelian rumah tidak dikenakan uang muka sepeserpun, justru akan berpengaruh terhadap psikologis pembeli rumah. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Page: 1 2
Poin Penting Bank BPD Bali mendistribusikan 75 persen laba atau Rp826 miliar dari total keuntungan… Read More
Poin Penting Kini menabung emas bisa dilakukan di aplikasi emas yang menawarkan transaksi yang aman… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More
Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More
Poin Penting Kamar Dagang dan Industri Indonesia teken MoA dengan US-ASEAN Business Council untuk perluas… Read More
Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More