Waduh, Transaksi Perbankan Mulai Beralih ke Fintech

Jakarta – Bank Indonesia (BI) memandang, nasabah perbankan sudah mulai beralih ke fintech yang tercermin dari angka transaksi transfer bank yang mulai turun dan beralih menggunakan fintech.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta pada saat Fintech Summit and Expo 2019. Dirinya juga menilai, perkembangan fintech juga sangat potensial untuk mendongkrak perekonomian nasional.

“Jangan dibandingkan fintech dengan perbankan. Karena pada transaksi e-commerce kalau dulu hampir 55% transfer bank, sekarang turun jadi 41%,” kata Filianingsih di Jakarta, Senin 23 September 2019.

Ia menambahkan, bahwa pada era saat ini pembayaran e-commerce melalui uang elektronik dari fintech seperti Gopay dan OVO juga terus berkembang hingga menempati porsi 23% dari sebelumnya yang hanya 12%.

Menurutnya di masyarakat telah terjadi perubahan mindset agar tidak terlalu banyak membawa uang cash dan menempatkan dananya di fintech.

Sebagai informasi, BI mencatatkan pertumbuhan Uang Tunai Yang Diedarkan (UYD) Agustus 2019 hanya 4,5% (yoy), sementara transaksi pembayaran nontunai menggunakan ATM-Debit, Kartu Kredit, dan Uang Elektronik (UE) posisi Juli 2019 tumbuh 14,6%, didominasi oleh instrumen ATM-Debit dengan pangsa 94,0%.

Pertumbuhan transaksi UE pada Juli 2019 tetap tinggi mencapai 261,2% (yoy), mengindikasikan preferensi masyarakat terhadap penggunaan uang digital yang terus menguat dan tendensi integrasi UE dalam ekosistem digital yang meluas. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Akselerasi Alih Teknologi di KEK Batang, Ratusan Pekerja Lokal Dikirim Belajar ke China

Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More

1 hour ago

Komisi III DPR Dorong Class Action usai Kekerasan Debt Collector Berulang

Poin Penting Anggota Komisi III DPR RI Abdullah mengusulkan gugatan class action menyusul kembali terjadinya… Read More

2 hours ago

Laba BNI Tumbuh 3,45 Persen Jadi Rp1,68 Triliun di Januari 2026

Poin Penting BNI membukukan laba bersih Rp1,68 triliun pada Januari 2026, naik 3,45 persen yoy… Read More

3 hours ago

IHSG Perkasa di 8.322, CARS dan TKIM jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG ditutup naik ke level 8.322,22 pada 25 Februari 2026, dengan 336 saham… Read More

3 hours ago

5 Strategi Penting Perusahaan Asuransi Syariah Pasca Spin Off

Poin penting PT Asuransi Tri Pakarta memisahkan Unit Usaha Syariah menjadi PT Asuransi Tri Pakarta… Read More

3 hours ago

Kemenkeu Klaim Kesepakatan Pajak Digital dengan AS Tak Ganggu PPN PSME

Poin Penting Kemenkeu memastikan kesepakatan dagang dengan AS tidak mengganggu pemungutan PPN PMSE Indonesia tidak… Read More

4 hours ago