Waduh, BI Sebut Dolar AS Langka di Berbagai Negara

Waduh, BI Sebut Dolar AS Langka di Berbagai Negara

Waduh, BI Sebut Dolar AS Langka di Berbagai Negara
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa saat ini dolar Amerika Serikat (AS) langka, baik di Indonesia maupun beberapa negara maju di dunia.

“Jadi apa yang terjadi di Global sekarang ini memang dolar shortage,” ungkap Deputi Gubernur Senior, Destry Damayanti dalam konferensi pers RDG BI, Kamis, 17 November 2022.

Kondisi ini, menyebabkan bank sentral di dunia menaikan suku bunga acuannya. Termasuk AS salah satunya, dimana Federal Reserve (The Fed) terus mengalami peningkatan yaitu menjadi 3,75% – 4%.

“Fed Fund Rate (FFR) terus meningkat kemudian juga bond yield di AS untuk USD juga tinggi,” pungkasnya.

Sehingga, lanjut Destry, ini mendorong terjadinya arus balik USD dari beberapa negara emerging market termasuk Indonesia dan negara maju di Eropa, yang akhirnya masuk kembali ke AS.

Pada 16 November 2022, Indeks nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama (DXY) tercatat 106,28 atau mengalami penguatan sebesar 11,09% ytd  selama tahun 2022.

“Tercermin dengan indeks dollar (DXY) yang mata uang dolar terhadap ledger currency lainnya terus mengalami penguatan. Ini akhirnya memang menyebabkan adanya dollar shortage ataupun kelangkaan dolar di negara-negara emerging market termasuk beberapa negara maju,” jelas Destry. (*)

Editor: Rezkiana Nisaputra

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]