News Update

Wacana Penerapan Asuransi bagi Wisman, Bos TRIPA Bilang Begini

Poin Penting

  • TRIPA mendukung wacana asuransi wajib bagi wisman, karena lazim diterapkan di banyak negara untuk perlindungan risiko.
  • Skema konsorsium asuransi dinilai ideal agar kepastian pembayaran klaim lebih terjamin.
  • DAI dan OJK mendukung kebijakan ini, namun menekankan perlunya koordinasi lintas kementerian, terutama pariwisata dan imigrasi.

Jakarta – Direktur Utama PT Asuransi Tri Pakarta (TRIPA) G.C. Koen Yulianto menyambut positif wacana penerapan kewajiban pembelian asuransi perjalanan bagi wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk ke Indonesia.

“Asuransi wajib wisatawan itu sudah banyak diterapkan di beberapa negara, tidak hanya di Indonesia saja. Memang tujuannya itu untuk melindungi saja kalau misalnya wisatawan mengalami kecelakaan sudah ada cover-nya,” ujar Koen, kepada Infobanknews, Rabu, 21 Januari 2026.

Koen menilai, kebijakan asuransi wajib bagi wisatawan merupakan hal yang wajar dalam industri asuransi. Umumnya, pemerintah akan membentuk konsorsium asuransi yang melibatkan sejumlah perusahaan.

“Biasanya konsorsium. Jadi banyak asuransi kumpul, biasanya satu kepengurusan untuk meng-cover. Siapa pun yang kejadian, kepastian bayarnya itu tinggi,” ujarnya.

Baca juga: Genjot Portofolio Bisnis, TRIPA Perkuat Kolaborasi dengan Bank BPD Bali

Menurut dia, skema tersebut serupa dengan asuransi yang diterapkan bagi tenaga kerja asing, baik yang masuk ke Indonesia maupun sebaliknya.

Dinilai Perkuat Perlindungan dan Iklim Pariwisata

Lebih lanjut Koen optimistis penerapan asuransi wajib bagi wisman akan berdampak positif terhadap iklim pariwisata nasional. Kebijakan ini dinilai menunjukkan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan rasa aman bagi wisatawan.

“Kalau terjadi apa-apa, tidak memberatkan wisatawan dan juga sudah tersedia biaya untuk meng-cover misalnya untuk kesehatannya, “ bebernya.

Baca juga: Jurus TRIPA dalam Meningkatkan Kecepatan dan Aksesbilitas Nasabah

DAI dan OJK Turut Mendukung

Sebelumnya, Dewan Asuransi Indonesia (DAI) mendorong penerapan kewajiban asuransi perjalanan bagi wisman, terinspirasi dari kebijakan serupa di wilayah Schengen.

Ketua Umum DAI Yulius Bhayangkara menyebut, kebijakan tersebut dapat direalisasikan melalui penyediaan booth asuransi di area Visa on Arrival (VoA) saat kedatangan wisatawan di Indonesia.

Baca juga: Sinar Mas Asuransi Syariah Kantongi Izin OJK Usai Spin Off, Pengalihan Portofolio Dimulai

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyatakan dukungannya terhadap wacana tersebut.

“OJK pada prinsipnya mendukung apabila kebijakan tersebut dilaksanakan karena dapat memperkuat perlindungan risiko bagi wisatawan sekaligus mendorong pengembangan produk asuransi melalui ekstensifikasi pasar,” kata Ogi dalam keterangannya.

Namun demikian, Ogi menegaskan bahwa penerapan kebijakan ini memerlukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga. “Khususnya di bidang pariwisata dan keimigrasian,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Recent Posts

Ini Jadwal Lengkap Fit and Proper Test 3 Calon Deputi Gubernur BI

Poin Penting Komisi XI DPR RI menjadwalkan fit and proper test calon Deputi Gubernur BI… Read More

8 mins ago

OJK dan Kejaksaan RI Perkuat Kerja Sama Penanganan Tindak Pidana Jasa Keuangan

Poin Penting OJK dan Kejaksaan RI memperbarui kerja sama melalui PKS untuk memperkuat penanganan tindak… Read More

21 mins ago

Pengawasan Aset Keuangan Digital Resmi Beralih dari Bappebti ke OJK

Poin Penting OJK resmi mengambil alih pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital, termasuk aset kripto,… Read More

58 mins ago

Fundamental Anak Usaha Solid, COIN Terapkan Prinsip Kehati-hatian Kelola Dana IPO

Poin Penting COIN menunda penggunaan dana IPO Rp220,58 miliar dan menyimpannya di instrumen aman. Fundamental… Read More

2 hours ago

Tabungan Haji Bank Mega Syariah Tumbuh 8,05 Persen, Didominasi Gen Z-Milenial

Poin Penting Bank Mega Syariah mencatat volume Tabungan Haji naik 8,05 persen (yoy) dan jumlah… Read More

2 hours ago

Rupiah Tertekan, BI Diramal Tahan Suku Bunga Acuan di Level 4,75 Persen

Poin Penting Tekanan rupiah yang masih kuat dan sensitivitas pasar terhadap risiko fiskal serta global… Read More

3 hours ago