Jakarta – PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) melaporkan pendapatan bersih sebesar Rp414 miliar pada semester I 2025, tumbuh 1,2 persen secara year-on-year (YoY) dibandingkan Rp409 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Namun, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk merosot tajam 68,7 persen YoY menjadi Rp4,7 miliar, dari sebelumnya Rp15,1 miliar.
Penurunan laba tersebut disebabkan oleh terbatasnya penjualan kendaraan listrik pada paruh pertama 2025. Sebagian besar pengiriman unit baru dijadwalkan pada semester II tahun ini.
Baca juga: Usai VKTR dan ALII Tercatat di BEI, Begini Bocoran IPO Emiten Grup Bakrie Selanjutnya
Meski demikian, VKTR berhasil mencatat pertumbuhan pendapatan segmen manufaktur suku cadang sebesar 4 persen YoY. Kenaikan ini didorong oleh peningkatan permintaan dari pelanggan utama di segmen kendaraan komersial.
Kemudian, VKTR juga menerima Purchase Order (PO) untuk 10 unit transporter dari penyedia jasa travel di Jawa Barat.
Selain itu, perusahaan sedang mengerjakan proses perakitan Completely Knocked Down (CKD) 80 unit bus listrik untuk Transjakarta, berdasarkan pemesanan pada kuartal II 2025.
Baca juga: VKTR Teknologi Mobilitas Resmi Melantai di BEI, Incar Dana Segar Rp875 M
Direktur Utama VKTR, Gilarsi W. Setijono, mengatakan bahwa pihaknya akan tetap fokus pada strategi pertumbuhan berkelanjutan sepanjang tahun ini.
Salah satu prioritas utama adalah memperluas penetrasi pasar melalui penguatan aktivitas penjualan dan pemasaran, termasuk pelaksanaan uji coba unit kepada lebih banyak calon pelanggan strategis.
“Tahun ini, VKTR juga fokus menggarap pesanan yang masuk sejak awal tahun, yang dijadwalkan mulai terealisasi di paruh kedua 2025. Perseroan juga berfokus pada optimalisasi operasional untuk memastikan efisiensi produksi serta mendorong peningkatan jumlah kendaraan listrik komersial yang dirakit secara lokal dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang tinggi,” kata Gilarsi dalam keterangan resmi dikutip, Kamis, 31 Juli 2025.
Adapun total aset Perseroan tumbuh 11,4 persen YoY menjadi Rp1.791 miliar per 30 Juni 2025, dari Rp1.609 miliar per 31 Desember 2024. Peningkatan ini didorong oleh penambahan aset tetap seiring dengan selesainya pembangunan pabrik di Magelang.
Pabrik baru ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi kendaraan listrik, seiring dengan bertambahnya pesanan dalam jumlah besar dari pelanggan utama.
Baca juga: PPA Dorong Barata Indonesia Kembangkan Industri Transportasi Berbasis EV
Sejalan dengan ekspansi tersebut, total liabilitas VKTR juga naik 38,4 persen YoY menjadi Rp627 miliar dari Rp453 miliar. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh bertambahnya utang jangka pendek untuk mendukung kebutuhan modal kerja perusahaan. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting BTN rebranding e’Batarapos menjadi Tabungan BTN Pos sebagai langkah strategis memperluas inklusi keuangan… Read More
Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More
Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,13 persen pada perdagangan Jumat (9/1/2026), meski mayoritas indeks domestik… Read More
Poin Penting IHSG menguat 2,16 persen sepanjang pekan 5-9 Januari 2026 dan sempat menembus level… Read More
Poin Penting Munas VII MES menetapkan Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum dan Ferry Juliantono sebagai… Read More