Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam wawancara cegat di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin, 16 Maret 2026. (Foto: Irawati)
Poin Penting
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons terkait pengadaan ribuan motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, pengajuan tersebut sudah ditolak pada tahun lalu.
Purbaya menyatakan, pengajuan pengadaan motor dan komputer untuk menunjang program Makan Bergizi Gratis (MBG) sempat dilakukan tahun lalu, namun ditolak.
“Setahu saya tahun lalu pernah diajukan juga untuk motor dan komputer, kalau nggak salah, ditolak,” ujar Purbaya di Kompleks Kementerian Keuangan, Selasa 7 April 2026.
Baca juga: Bahlil Kebut Konversi Motor Listrik, Target 6 Juta Unit per Tahun
Purbaya pun mengaku harus mengecek kembali kabar pembelian ribuan motor berlogo BGN tersebut. Pasalnya, penggunaan anggaran BGN seharusnya difokuskan pada pemenuhan kebutuhan utama, khususnya bahan pangan/makanan.
“Yang tahun ini saya nggak tahu. Saya akan double-check lagi. Harusnya sama treatment-nya. Bukan nggak boleh, kita nggak tahu programnya seperti apa, tapi kan harusnya utamanya untuk makanan,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran 2025 yang lalu dan ditujukan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan dalam keterangannya.
Meski demikian, Dadan memastikan bahwa motor tersebut hingga saat ini belum didistribusikan kepada pihak terkait. Menurutnya, kendaraan yang telah tersedia masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan.
“Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, proses realisasi pengadaan motor secara bertahap dimulai pada Desember 2025.
Baca juga: Pemerintah Resmi Ubah Skema MBG, Siswa Tak Lagi Terima saat Libur Sekolah
Sementara itu, terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit, Dadan menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar atau hoaks.
“Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025,” sebut Dadan.
Dadan berharap masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, serta dapat memahami bahwa pengadaan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kelancaran pelaksanaan Program MBG di seluruh Indonesia. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting OJK menyatakan akan mengikuti dan mendukung keputusan akhir Kementerian Keuangan terkait rencana pengambilalihan… Read More
Poin Penting Net foreign sell tembus Rp1,77 triliun, didominasi sektor keuangan (perbankan besar) dan energi,… Read More
Poin Penting: Presiden AS Donald Trump menetapkan gencatan senjata dua pekan sebagai hasil komunikasi dengan… Read More
Poin Penting Sentimen risk-off masih dominan, terlihat dari IHSG yang sempat turun di bawah 7.000… Read More
Poin Penting Cadangan devisa RI turun menjadi USD148,2 miliar per Maret 2026 dari USD151,9 miliar… Read More
Poin Penting: Pemerintah masih mengkaji apakah gaji ke-13 ASN akan terkena efisiensi anggaran. Keputusan final… Read More