Bantuan Wapres Gibran yang viral di media sosial
Jakarta – Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi, memberikan klarifikasi terkait bantuan sosial (Bansos) bertuliskan ‘Bantuan Wapres Gibran’ yang viral di media sosial (Medsos) belakangan ini.
Hasan menjelaskan bahwa bansos tersebut bersumber dari dana operasional Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Bantuan wapres kan nggak apa-apa. Wakil Presiden kan punya biaya operasional,” ujarnya, di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 2 Desember 2024.
Baca juga : Panduan Cek NIK KTP untuk Penerima Bansos PKH Beserta Bank Pencairan, Ikuti Tahapannya!
Hasan menegaskan, Gibran berhak menggunakan dana operasional tersebut untuk membantu masyarakat.
“Biaya operasional itu bisa beliau gunakan untuk bantuan masyarakat,” tambahnya.
Sebelumnya, foto goodie bag bertuliskan ‘Bantuan Wapres Gibran’ beredar di medsos. Bantuan tersebut diberikan oleh Gibran saat mengunjungi korban banjir di Kebon Pala, Jakarta Timur, pada Kamis, 28 November 2024.
Baca juga : Bansos, UMKM dan Asuransi Kegagalan Panen
Terpisah, Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan bahwa bansos tersebut tidak melanggar aturan apa pun.
“Menurut saya nggak ada masalah ya. Nanti semua tahu lah program pemerintah, atau dari pihak-pihak swasta kan semua tahu ya,” jelasnya.
Mensos yang akrab disapa Gus Ipul itu pun meminta agar pemberian bantuan ini tidak dijadikan polemik di masyarakat.
“Jadi nggak perlu diperdebatkan yang penting manfaatnya itu yang utama. Manfaatnya untuk masyarakat itu yang penting ya,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More