Poin Penting
- ULN perbankan nasional naik menjadi USD32,04 miliar pada April 2026.
- Bank swasta nasional dan bank BUMN mencatat kenaikan utang luar negeri.
- Total ULN swasta masih mengalami kontraksi 0,7 persen secara tahunan.
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) perbankan nasional pada April 2026 sebesar USD32,04 miliar, naik dibandingkan bulan sebelumnya yang senilai USD31,16 miliar.
Berdasarkan data buku Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi Juni 2026, posisi ULN swasta menurut kelompok peminjam khususnya perbankan, bila dilihat berdasarkan kepemilikannya, mayoritas seluruh bank mengalami peningkatan kecuali bank swasta asing.
Rinciannya, ULN bank terbesar berasal dari bank swasta nasional senilai USD21,46 miliar, lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang senilai USD20,70 miliar. Kemudian, bank pelat merah (BUMN) mencatat ULN sebesar USD5,41, naik dibandingkan Maret 2026 yang sebesar USD5,1 miliar.
Baca juga: Utang Luar Negeri RI Naik jadi USD439,8 Miliar pada April 2026, BI Sebut Tetap Terkendali
Sementara itu, Bank swasta campuran mencatat ULN senilai USD4,70 miliar, menurun tipis dari USD4,87 miliar pada bulan Maret 2026. Serta, bank swasta asing memiliki ULN USD456 juta, yang juga mengalami penurunan dari bulan sebelumnya yang sebesar USD415 juta.
Adapun posisi ULN swasta pada April 2026 tercatat sebesar USD193,2 miliar, atau secara tahunan mengalami kontraksi pertumbuhan sebesar 0,7 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya sebesar 1,4 persen (yoy).
Perkembangan tersebut terutama didorong oleh ULN kelompok peminjam lembaga keuangan (financial corporations)yang secara tahunan mencatatkan kontraksi sebesar 5,0 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan kontraksi pada Maret 2026 sebesar 6,3 persen (yoy).
Baca juga: Posisi ULN Perbankan Juli 2025 USD33,65 Miliar, Swasta Nasional Paling Dominan
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN swasta terbesar berasal dari Sektor Industri Pengolahan, Jasa Keuangan dan Asuransi, Pengadaan Listrik dan Gas, serta Pertambangan dan Penggalian, dengan pangsa mencapai 79,6 persen dari total ULN swasta. ULN swasta tetap didominasi oleh utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 75,8 persen terhadap total ULN swasta. (*)
Editor: Yulian Spautra


