Oleh Budi Santoso, Vice President ACPE Indonesia Chapter & Lecturer for Forensic Accounting class at Sebelas Maret University
DI TENGAH laju pertumbuhan ekonomi syariah yang pesat di Indonesia, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) telah lama dikenal sebagai pemimpin tak terbantahkan dalam sektor perbankan syariah nasional. Namun, dominasi yang kuat oleh satu entitas bisa membatasi dinamika persaingan yang sehat dan menghambat inovasi serta efisiensi.
Tulisan ini akan mengupas secara mendalam mengapa sangat diperlukan adanya bank-bank syariah besar lainnya sebagai penantang bagi BSI. Hal itu perlu guna menumbuhkan persaingan yang sehat dan mendorong peningkatan layanan serta produk perbankan syariah di Indonesia.
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More