FinTech; Start-up business. (Foto: Dok. Infobank)
Jakarta–United Overseas Bank Limited (UOB) mengumumkan rencana untuk mendorong pertumbuhan start-up terbaik di bidang teknologi keuangan alias FinTech.
Sebanyak 30 perusahan start-up terpilih akan menjalankan program akselerasi 100 hari yang diselenggarakan oleh The FinLab, perusahaan paatungan antara UOB dengan Infocomm Invesments Pte Ltd.
Melalui The FinLab, UOB akan memberikan dana US$30.00 bagi setiap perusahaan start-up sebagai modal awal dengan imbal balik kepemilikan saham sebesar 6%. Masing-masing perusahan start-up juga akan menerima bantuan senilai US$400.000 dalam bentuk software yang disponsori oleh partner The FinLab serta bantuan setara US$7000 dalam bentuk penyediaan kantor sebagai ruang kerja. Secara total, masing-masing start-up akan menerima US$440.000 dalam bentuk uang dan manfaat lainnya.
Program tersebut akan mulai diluncurkan di Singapura dalam tiga tahapan selama kurun waktu 2 tahun. Tahap pertama akan dimulai Mei 2016 dan terdiri dari 10 start-up terbaik. Setiap start-up disarankan untuk membangun produk yang telah melakukan studi kelayakan sebagai solusi finansial dalam hal pembayaran, wealth management, manajemen layanan pelanggan, analisa data, solusi mobilitas, dan masuk dalam kategori perbankan sebagai Usaha Kecil Menengah (UKM).
Head of Group Channel and Digitalisation, UOB Group Janet Young mengatakan tujuan dari program tersebut adalah menemukan ide-ide kreatif dari berbagai latar belakang.
“Hal ini akan membantu kami menciptakan pengalaman nasabah yang lebih relevan dan menarik. Kami juga berkeinginan membantu perusahaan start-up menjadi pemimpin dalam inovasi FinTech,” kata Young dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis 25 Februari 2016.
FinLab saat ini melakukan roadshow ke berbagai negara untuk memperkenalkan program tersebut. Kegiatan roadshow akan dilakukan di Bangkok, Hong Kong, Jakarta dan Singapura. Harapannya, lebih dari 500 perusahaan start-up di bidang FinTech diharap akan mendaftar melalui program tersebut. (*) Ria Martati
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN menurun ke bawah 10%, dari sebelumnya sekitar 26%, dengan target… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More