Hingga September, Penyaluran Kredit UOB Indonesia Tumbuh 15%
Jakarta – Lanjutkan transformasi digital oleh perbankan, UOB Indonesia meluncurkan UOB Infinity sebagai platform digital yang mampu mengelola keperluan perbankan dengan cara-cara yang lebih sederhana, lebih pintar, dan dapat disesuaikan sesuai kebutuhan.
Platform tersebut khusus ditunjukan bagi nasabah korporasi serta usaha kecil dan menengah (UKM) dengan menawarkan dashboard yang dapat disesuaikan agar nasabah dapat memprioritaskan dan menampilkan informasi keuangan secara real time, seperti status transaksi, urusan yang tertunda, serta informasi akun lainnya.
Head of Transaction Banking, UOB Indonesia, Wong Kartyono, mengatakan bahwa melalui UOB Infinity, perusahaan berkomitmen untuk mengembangkan solusi digital yang memungkinkan nasabah dalam melakukan kegiatan perbankan dengan lebih nyaman dan mudah.
“UOB Infinity dirancang berdasarkan wawasan nasabah yang disesuaikan dengan keperluan bisnis mereka. Platform ini menghadirkan antarmuka ramah pengguna serta pengalaman yang disesuaikan yang lebih penting, platform ini membantu nasabah meningkatkan produktivitas dan performa bisnis,” ucap Wong dalam keterangannya Senin, 17 Januari 2023.
Tidak hanya itu, nasabah juga dapat mengelola berbagai kegiatan perbankan antar negara dan domestik, mulai dari mengecek akun UOB di sejumlah negara hingga membuat pembayaran lokal dan internasional dengan nyaman dan dalam satu platform tunggal.
Di sisi lain, UOB Infinity juga telah menggabungkan fitur BI-Fast yang memudahkan nasabah dalam melakukan pembayaran domestik secara real-time dengan biaya yang lebih rendah. Khusus untuk transaksi domestik dan antar negara, UOB Infinity menawarkan shortcut dan widget untuk membantu nasabah menyelesaikan transaksi dengan lebih cepat.
Adapun, UOB Indonesia terus berkomitmen dalam menyediakan solusi digital untuk membantu nasabah bisnis dalam menghemat waktu dan energi dalam menjalankan usaha sehingga dapat fokus pada pertumbuhan pendapatan. (*)
Editor: Rezkiana Nisaputra
Poin Penting OJK dan BEI perkuat sinergi penegakan hukum untuk menjaga integritas pasar modal, termasuk… Read More
Poin Penting Status JKN PBI mendadak nonaktif akibat penyesuaian data, bukan pengurangan jumlah penerima bantuan… Read More
Poin Penting OJK menyiapkan kenaikan minimum free float emiten secara bertahap hingga 15 persen dalam… Read More
Poin Penting IHSG sesi I ditutup melemah 0,53 persen ke level 8.079,32, berbalik turun dari… Read More
Poin Penting Misbakhun membantah mengetahui isu namanya masuk bursa calon Ketua OJK dan menegaskan masih… Read More
Poin Penting OJK memperluas klasifikasi investor pasar modal dari 9 menjadi 27 jenis untuk meningkatkan… Read More