Jakarta–Perusahaan pinjaman berbasis teknologi (financial technology/fintech), UangTeman telah memperoleh pendanaan Seri A dengan mengumpulkan total dana sebesar USD12 juta, atau Rp160,76 miliar (kurs BI Rp13.397) yang berasal dari investor baru maupun investor yang sudah ada.
Pencapaian Seri A ini dipimpin oleh K2 Venture Capital Ltd, perusahaan patungan antara SGH yang terdaftar TIH Limited dan Loxbit pcl, anak perusahaan konglomerat Loxley pcl yang terdaftar di Thailand.
Adapun perusahaan lain yang turut berpartisipasi tercapainya pendanaan Seri A di UangTeman, yakni STI Financial Group, perusahaan manajemen aset yang berbasis di Hong Kong dan juga dari Tim Draper, selaku founder perusahaan modal ventura dari Amerika Serikat (AS), Draper Associates sekaligus sebagai investasi besar pertamanya ke dunia startup di Indonesia serta investor yang sudah ada di UangTeman seperti Alpha JWC Ventures dan Teong Chee Hooi.
CEO & Founder UangTeman, Aidil Zulkifli mengatakan, dana tersebut nantinyan akan digunakan untuk mengukur akuisisi pelanggan yang menguntungkan di seluruh Indonesia dan sebagai investasi untuk melakukan penelitian maupun pengembangan secara berkelanjutan. (Bersambung ke halaman berikutnya)
“UangTeman berencana membuka Pusat Ilmu Pengetahuan dan Analitikal di Singapura dan India di mana penelitian lebih lanjut akan berfokus mengenai analisis pinjaman,” kata Aidil di Jakarta, Selasa, 8 Agustus 2017.
UangTeman sendiri diluncurkan pada bulan April 2015 dan menyediakan pinjaman usaha mikro tanpa jaminan untuk konsumen Indonesia hingga sebesar Rp6 juta dengan jangka waktu pengembalian tidak lebih dari 30 hari.
Baca juga: Ini Peran Fintech di Industri Reksa Dana
Sejak pertama kali hadir di Indonesia hingga periode 31 Desember 2016, UangTeman mengalami pertumbuhan lebih dari 300 persen dengan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) di bawah angka 2 persen.
Saat ini, UangTeman menyalurkan pinjaman kepada masyarakat di 15 kota di seluruh Indonesia. Kota-kota yang sudah dilayani oleh UangTeman, antara lain Jakarta, Tangerang, Depok, Bekasi, Bogor, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Bali,
Makassar, Palembang, Lampung, Jambi, dan Balikpapan. (*)
Editor: Paulus Yoga




