Jumlah Uang Beredar_Likuiditas. (Foto: Istimewa)
Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh lebih tinggi. Pada Juli 2025 uang beredar tercatat Rp9.569,7 triliun, atau tumbuh 6,5 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhannya lebih tinggi dibandingkan Juni 2025 yang sebesar 6,4 persen yoy.
Berdasarkan komponennya, perkembangan M2 didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 8,7 persen yoy dan uang kuasi sebesar 4,8 persen yoy.
Secara rinci, komponen M1 dengan pangsa 56,2 persen dari M2, pada Juli 2025 tercatat Rp5.373,6 triliun atau tumbuh sebesar 8,7 persen yoy, lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 8,0 persen yoy.
Baca juga: Volume Transaksi QRIS Tumbuh 162,77 Persen di Juli 2025
“Perkembangan M1 terutama disebabkan oleh perkembangan giro rupiah dan uang kartal di luar bank umum dan BPR (Bank Perekonomian Rakyat),” kata Junanto Herdiawan, Kepala Grup Departemen Komunikasi BI, Junanto Herdiawan dikutip 25 Agustus 2025.
Adapun giro rupiah pada Juli 2025 tercatat sebesar Rp1.897,5 triliun, atau tumbuh 12,6 persen yoy, meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 10,5 persen yoy.
Lalu, uang kartal di luar bank umum dan BPR pada Juli 2025 tercatat sebesar Rp1.042,7 triliun atau tumbuh sebesar 11,0 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 8,4 persen yoy.
Sementara itu, tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu sebesar Rp2.433,3 triliun, atau tumbuh 5,0 persen yoy, setelah pada Juni 2025 tumbuh 5,9 persen yoy.
Selanjutnya, uang kuasi pada Juli 2025 dengan pangsa 43,3 persen dari M2 tercatat Rp4.139,9 triliun atau tumbuh 4,8 persen yoy. Ini juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4,7 persen yoy.
“Pertumbuhan tersebut didorong oleh pertumbuhan simpanan berjangka sebesar 4,8 persen yoy, meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 4,4 persen yoy,” ujarnya.
Baca juga: Asyik! Belanja di Jepang Kini Bisa Bayar Pakai QRIS
Lebih lanjut, perkembangan M2 pada Juli 2025 terutama dipengaruhi oleh aktiva luar negeri bersih dan tagihan bersih kepada pemerintah pusat (pempus). Aktiva luar negeri bersih pada Juli 2025 tercatat sebesar Rp2.004,1 triliun atau tumbuh 7,3 persen yoy. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 3,9 persen yoy.
Tagihan bersih sistem moneter kepada Pempus pada Juli 2025 terkontraksi sebesar 6,2 persen yoy, lebih kecil dari kontraksi Juni 2025 sebesar 8,2 persen yoy.
Sementara itu, penyaluran kredit pada Juli 2025 tumbuh sebesar 6,6 persen yoy, setelah tumbuh sebesar 7,6 persen yoy pada bulan sebelumnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More
Poin Penting PWI Pusat akan menerima dua patung tokoh nasional—Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko—karya… Read More
Poin Penting Pengisian pimpinan OJK dan BEI dipastikan independen, tidak berasal dari pihak terafiliasi Danantara,… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More
Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More
Poin Penting IHSG anjlok 6,94 persen sepanjang pekan 26–30 Januari 2026 ke level 8.329,60, seiring… Read More