Moneter dan Fiskal

Uang Beredar Tumbuh 4,9 Persen Jadi Rp9.406,6 Triliun di Mei 2025

Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh melambat. Posisi M2 pada Mei 2025 tercatat sebesar Rp9.406,6 triliun, atau naik 4,9 persen secara tahunan (yar on year/yoy), setelah pada bulan sebelumnya tumbuh 5,2 persen.

“Berdasarkan komponennya, perkembangan M2 didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 6,3 persen yoy dan uang kuasi sebesar 1,5 persen yoy,” kata Denny Prakoso, Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan dalam keterangannya, dikutip, Selasa, 24 Juni 2025.

Secara rinci, komponen M1 dengan pangsa 55,6 persen dari M2, pada Mei 2025 tercatat Rp5.226,3 triliun atau tumbuh sebesar 6,3 persen yoy. Ini lebih tinggi dari pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 6,0 persen yoy.

Perkembangan M1 terutama disebabkan oleh perkembangan giro rupiah, serta uang kartal di luar bank umum dan Bank Perekonomian Rakyat (BPR).

Kemudian, giro rupiah pada Mei 2025 sebesar Rp1.803,7 triliun, atau tumbuh 6,7 persen yoy. Ini meningkat dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya yang sebesar 5,9 persen yoy.

Baca juga: Rupiah Berpotensi Menguat usai Trump Serukan Genjatan Senjata Iran-Israel

Sementara, uang kartal yang beredar di luar bank umum dan BPR pada Mei 2025 tercatat sebesar Rp1.033,6 triliun atau tumbuh sebesar 10,7 persen yoy. Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 8,7 persen yoy.

Sedangkan, tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu dengan pangsa 45,7 persen terhadap M1, tercatat sebesar Rp2.388,9 trillun, atau tumbuh sebesar 4,3 persen yoy.

Selanjutnya, uang kuasi dengan pangsa 43,3 persen dari M2 tercatat sebesar Rp4.077,3 triliun atau tumbuh 1,5 persen yoy, setelah pada bulan sebelumnya tumbuh 2,4 persen yoy.

“Berdasarkan komponen uang kuasi, simpanan berjangka dan tabungan lainnya tumbuh masing-masing sebesar 2,0 persen yoy dan 9,4 persen yoy. Sementara itu, giro valas terkontraksi sebesar 2,9 persen yoy,” tambah Denny.

Baca juga: BI Kucurkan Insentif Likuiditas ke Perbankan Rp372 Triliun, Terbesar Bank Swasta

Denny juga menyebutkan, berdasarkan faktor yang memengaruhinya, perkembangan M2 pada Mei 2025 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada Pempus. Penyaluran kredit pada Mei 2025 tumbuh sebesar 8,1 persen yoy, setelah tumbuh sebesar 8,5 persen yoy pada bulan sebelumnya.

Adapun tagihan bersih sistem moneter kepada Pempus terkontraksi sebesar 25,7 persen yoy. Sebelumnya, pada April 2025 terkontraksi 21,0 persen yoy.

Sementara itu, aktiva luar negeri bersih pada Mei 2025 tumbuh sebesar 3,9 persen yoy, meningkat dibandingkan pertumbuhan pada April 2025 sebesar 3,6 persen yoy. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Pakar Apresiasi Peran Pertamina Capai Target Lifting Minyak APBN 2025

Poin Penting Produksi minyak Pertamina berhasil mencapai target APBN 2025 sebesar 605.000 barel per hari.… Read More

1 hour ago

Properti RI Berpeluang Booming Lagi pada 2026, Apa Penyebabnya?

Poin Penting Pertumbuhan ekonomi 2026 diproyeksikan naik hingga 5,5%, menjadi momentum kebangkitan sektor properti. Dengan… Read More

1 hour ago

AI Masuk Fase Baru pada 2026, Fondasi Data Jadi Penentu Utama

Poin Penting Fondasi data kuat krusial agar AI berdampak dan patuh regulasi. Standarisasi platform dan… Read More

3 hours ago

Pemerintah Diskon 50 Persen Iuran JKK dan JKM Pekerja BPU Transportasi

Poin Penting Diskon iuran 50 persen JKK–JKM diberikan pemerintah bagi pekerja BPU sektor transportasi (ojol,… Read More

4 hours ago

Dukung Program Pemerintah, KADIN Buka 1.000 Dapur MBG

Poin Penting KADIN membuka 1.000 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) sesuai standar SPPG sebagai dukungan… Read More

5 hours ago

Menko Airlangga Ungkap Arah BBM B50, Ini Jadwal Implementasinya

Poin Penting Pemerintah masih menggunakan BBM B40 pada 2026, sesuai arahan Presiden Prabowo, sambil melanjutkan… Read More

5 hours ago