Ilustrasi pergerakan pasar saham. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada hari ini, Selasa, 26 November 2024, ditutup melemah ke level 7.245,88, turun 0,93 persen dari posisi pembukaan di 7.314,17.
Berdasarkan statistik RTI Business, sebanyak 364 saham mengalami penurunan, sementara 217 saham menguat, dan 214 saham tidak mengalami perubahan. Sebanyak 19,52 miliar saham diperdagangkan dengan 1,21 juta kali frekuensi perpindahan tangan, serta total nilai transaksi mencapai Rp11,19 triliun.
Seluruh indeks dalam negeri juga mengalami pergerakan yang menurun, dengan IDX30 melemah 1,48 persen menjadi 451,91, LQ45 merosot 1,32 persen menjadi 879,76, Sri-Kehati melemah 1,25 persen menjadi 394,30, dan JII turun 0,86 persen menjadi 510,92.
Baca juga: IHSG Sesi I Berbalik Merosot 0,32 Persen ke Level 7.290
Mayoritas sektor mencatatkan penurunan. Sektor energi memimpin pelemahan dengan turun 1,07 persen, diikuti sektor keuangan (-0,93 persen), teknologi (-0,74 persen), bahan baku (-0,62 persen, dan sektor non-siklikal (-0,58 persen).
Penurunan juga terjadi di sektor siklikal (-0,57 persen), industrial (-0,32 persen), transportasi (-0,28 persen), infrastruktur (-0,25 persen), dan kesehatan (-0,21 persen).
Namun, sektor properti menjadi satu-satunya yang mencatatkan kenaikan sebesar 0,74 persen, didorong oleh penguatan saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) yang naik 1,82 persen.
Baca juga: IHSG Dibuka Naik 0,19 Persen ke Level 7.327
Di jajaran top gainers, beberapa saham yang mencatatkan kenaikan tertinggi adalah PT Voksel Electric Tbk (VOKS), PT Jakarta International Hotel & Development Tbk (JIHD), dan PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK).
Sebaliknya, saham top losers mencakup PT Dosni Roha Indonesia Tbk (ZBRA), PT Golden Flower Tbk (POLU), dan PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW).
Adapun tiga saham teratas yang paling sering diperdagangkan adalah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS). (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting BCA Syariah mencetak laba bersih Rp212 miliar pada 2025, naik dari Rp183,7 miliar… Read More
Poin Penting Adira Finance mengakui tren musiman pasca Ramadan dan Lebaran hampir selalu diikuti kenaikan… Read More
Poin Penting Program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL/WtE) ditargetkan mulai groundbreaking Maret 2026, dengan… Read More
Poin Penting Adira Finance melihat peluang kuat pembiayaan multiguna pada Februari–Maret 2026 seiring momentum Ramadan,… Read More
Poin Penting Permintaan emas tetap kuat meski harga bergejolak, didorong ketidakpastian geopolitik, risiko fiskal, dan… Read More
Poin Penting BPI Danantara menyatakan siap berinvestasi di pasar saham Indonesia dan telah aktif membeli… Read More