Jakarta – Kota mandiri yang menyatukan pusat ekonomi sekaligus hunian makin diminati masyarakat, baik end user maupun investor. Kawasan kota mandiri penyangga Jakarta banyak dilirik, untuk tempat tinggal, berbisnis, maupun sebagai instrumen investasi.
Ambil contoh Gading Serpong yang bertransformasi menjadi kota mandiri pusat aktivitas ekonomi dan gaya hidup. Dengan populasi sekitar 120 ribu penduduk, belum termasuk komuter, kawasan ini tidak hanya menarik sebagai tempat tinggal, tapi juga menawarkan captive market besar bagi pebisnis maupun investor.
Melihat tren itu, Paramount Land, property arm dari Paramount Enterprise sebagai salah satu pengembang utama di Gading Serpong memperkuat komitmen keberlanjutannya di kawasan ini. Paramount Land meluncurkan identitas baru Paramount Gading Serpong, kawasan yang tidak hanya digagas sebagai pusat hunian dan aktivitas bisnis, tapi juga instrumen investasi yang prospektif.
Baca juga: Properti RI Berpeluang Booming Lagi pada 2026, Apa Penyebabnya?
Menurut Chrissandy Dave, Direktur Paramount Land, Paramount Gading Serpong menjadi destinasi masyarakat Tangerang Raya, termasuk Jabodetabek untuk beragam aktivitas. Mulai dari menikmati suasana kota dan wisata kuliner, bekerja serta melakukan pertemuan bisnis maupun kasual, hingga mencari peluang bisnis dan investasi terbaik.
“Perkembangan ini menegaskan posisi kota Gading Serpong sebagai pusat aktivitas urban yang hidup, produktif, dan terus bertumbuh,” ujar Chrissandy dalam keterangan resmi, Jumat, 23 Januari 2026.
Peluncuran identitas baru Paramount Gading Serpong sendiri dilakukan pada Desember 2025 lalu, bersamaan dengan HUT Paramount Enterprise ke-19. Peluncuran identitas, logo, dan tagline baru Paramount Gading Serpong sejalan dengan komitmen dan spirit perusahaan menuju pembangunan kota mandiri yang terintegrasi, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, dan berteknologi maju.
Filosofi “City Within Reach” yang diusung Paramount Gading Serpong merefleksikan kota yang senyaman rumah tinggal.
Penghuni bisa memenuhi semua kebutuhan hariannya dengan mudah karena pengembangan yang terintegrasi. Mulai dari hunian, pusat bisnis, pusat kuliner, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya ada di satu kawasan.
Baca juga: Kredit Properti Tumbuh 7,4 Persen Jadi Rp1.513.5 Triliun per November 2025
“Filosofi ini sejalan dengan kampanye “Everything is Here”, yang menegaskan bahwa setiap pengembangan proyek Paramount Gading Serpong dirancang terintegrasi dengan kawasan lain di sekitarnya, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan mudah dan nyaman,“ lanjutnya.
Tranformasi Paramount Gading Serpong menjadi kota yang lengkap juga tidak lepas dari upaya berkelanjutan Paramount Land dalam mengembangkan hunian dam membangun ekosistem bisnis. Paramount Land membawa berbagai anchor tenant di bermacam sektor bisnis, sehingga bisa menjadi daya pikat bagi pengunjung, pebisnis, maupun investor. (*) Ari Astriawan










