Keuangan

Tumbuh 8,46 Persen, Pendapatan Premi Asuransi jadi Rp165,18 Triliun per Juni 2024

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat akumulasi pendapatan premi kembali mengalami peningkatan sebesar 8,46 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy) menjadi Rp165,18 triliun per Juni 2024. Ini didukung oleh premi asuransi jiwa yang tumbuh 2,29 persen, serta premi asuransi umum dan reasuransi naik 16,46 persen yoy.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK, Ogi Prastomiyono dalam RDKB OJK secara virtual di Jakarta, 5 Agustus 2024.

“Kinerja tersebut didukung dengan permodalan yang solid di mana industri asuransi jiwa dan asuransi umum mencapai risk based capital (RBC) masing-masing sebesar 431,43 persen dan 320,70 persen jauh di atas threshold masing-masing sebesar 120 persen,” ucap Ogi.

Baca juga: OJK Garap Sentralisasi Data Polis Asuransi untuk Transparansi

Berdasarkan capaian tersebut, kata Ogi, total aset industri asuransi hingga Juni 2024 mencapai sebesar Rp1.126,26 triliun atau naik 1,14 persen yoy dari posisi yang sama tahun sebelumnya.

“Di sisi lain, untuk asuransi non komersial total aset tercatat sebesar Rp218,87 triliun atau terkontraksi 3,69 persen yoy untuk industri dana pensiun total aset per Juni 2024 tumbuh sebesar 7,58 persen yoy dengan nilai sebesar Rp1.448,28 triliun,” imbuhnya.

Baca juga: Transformasi Digital jadi Kunci Sukses Industri Asuransi di Indonesia, Ini Alasannya

Sementara itu, untuk program pensiun sukarela total aset mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,91 persen yoy mencapai Rp372,70 triliun, sedangkan pada program pensiun wajib total aset mencapai Rp1.075,58 triliun atau tumbuh sebesar 8,91 persen yoy.

Adapun, pada perusahaan penjaminan nilai aset tumbuh 8,01 persen yoy dengan nilai mencapai Rp47,29 triliun pada Juni 2024. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

5 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

5 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

8 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

11 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

16 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

17 hours ago