Moneter dan Fiskal

Trump Umumkan Tarif 19 Persen untuk Indonesia, Rupiah Dibuka Stabil

Jakarta – Nilai tukar rupiah menguat pada awal perdagangan hari ini, Rabu 16 Juli 2025. Rupiah dibuka di level Rp16.267 per dolar Amerika Serikat (AS), stabil dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp16.266 per dolar AS.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro menyebutkan, inflasi AS naik sesuai dengan perkiraan, baik secara tahunan maupun bulanan.

Namun, inflasi inti tercatat lebih rendah dari ekspektasi, menunjukkan bahwa tekanan harga yang mendasarinya—terutama terkait dengan tarif yang baru-baru ini diberlakukan—masih terkendali.

Tingkat inflasi tahunan AS meningkat menjadi 2,7 persen pada Juni 2025, naik dari 2,4 persen pada Mei 2025.

Indeks harga konsumen (IHK) bulanan naik 0,3 persen, merupakan kenaikan terbesar dalam lima bulan terakhir.

Inflasi inti juga naik menjadi 2,9 persen per tahun, sedikit di bawah perkiraan 3 persen, sementara IHK inti bulanan naik 0,2 persen, lebih rendah dari perkiraan 0,3 persen.

Baca juga: Trump Pangkas Tarif, IHSG Dibuka Menghijau ke Level 7.186

Kemudian, suku bunga acuan AS menunjukkan hanya sedikit kemungkinan penurunan pada bulan ini. Namun, penurunan sebesar 25 basis poin (bps) pada September dinilai cukup mungkin terjadi.

“Ketua Fed Jerome Powell mengatakan inflasi mungkin naik musim panas ini karena tarif, yang menunjukkan bahwa penurunan suku bunga mungkin tertunda,” jelas Andry dalam keterangannya, Rabu, 16 Juli 2025.

Trump Longgarkan Tarif untuk Indonesia

Selain itu, Presiden AS Donald Trump mengkritik Powell karena mendorong tarif yang lebih rendah.

Ia juga mengisyaratkan kesiapan untuk perundingan tarif dengan Uni Eropa, namun memperingatkan akan memberlakukan tarif 100 persen terhadap Rusia jika dalam 50 hari tidak tercapai kesepakatan damai terkait Ukraina.

Baca juga: Gandeng Rusia, Indonesia Bidik Internet Murah dan Cepat

Trump mengumumkan pada Selasa bahwa AS telah mencapai perjanjian perdagangan dengan Indonesia, yang mencakup komitmen pembelian besar sehingga membantu Indonesia menghindari tarif yang lebih tinggi.

Trump menyatakan bahwa barang-barang asal Indonesia kini akan dikenakan tarif 19 persen, turun dari ancaman tarif sebelumnya sebesar 32 persen.

Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, Indonesia berkomitmen membeli energi dari AS senilai USD15 miliar, produk pertanian senilai USD4,5 miliar, dan 50 unit pesawat Boeing.

“Waktu penerapan pengurangan tarif dan pemenuhan janji pembelian masih belum jelas. Trump mengatakan kesepakatan tersebut menyusul perundingan dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto, dan memperingatkan bahwa barang-barang yang dialihkan untuk menghindari tarif akan dikenakan sanksi yang lebih berat,” kata Andry.

Baca juga: Rupiah Diramal Melemah Dipicu Sentimen Negatif Tarif Trump

Proyeksi Rupiah Hari Ini

Andry pun memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.245 hingga Rp16.310 per dolar AS sepanjang hari ini.

“Rupiah terhadap dolar AS hari ini kemungkinan akan bergerak di kisaran Rp16.245 dan Rp16.310,” imbuhnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Recent Posts

Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Trump, Begini Respons Pemerintah

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal Donald Trump, pemerintah Indonesia mencermati dampaknya… Read More

4 hours ago

Investasi Reksa Dana BNI AM Kini Bisa Dibeli di Kantor Cabang KB Bank

Poin Penting PT Bank KB Indonesia Tbk menggandeng PT BNI Asset Management memasarkan reksa dana… Read More

4 hours ago

Alasan Mahkamah Agung AS “Jegal” Kebijakan Tarif Trump

Poin Penting Mahkamah Agung Amerika Serikat membatalkan tarif resiprokal global Donald Trump karena dinilai melanggar… Read More

9 hours ago

OJK: Penerapan Universal Banking Bakal Jadi Game Changer Industri Keuangan

Poin Penting OJK dorong universal banking sebagai strategi memperdalam pasar keuangan dan memperluas peran bank… Read More

10 hours ago

OJK Denda Influencer BVN Rp5,35 Miliar Gegara Goreng Saham

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan sanksi administratif kepada seorang pegiat media sosial pasar… Read More

11 hours ago

AAUI Ungkap Penyebab Premi Asuransi Umum Hanya Tumbuh 4,8 Persen di 2025

Poin Penting Asosiasi Asuransi Umum Indonesia mencatat premi asuransi umum 2025 hanya naik 4,8% menjadi… Read More

1 day ago