Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Pekan dengan Iran, Ini Syaratnya

Trump Umumkan Gencatan Senjata 2 Pekan dengan Iran, Ini Syaratnya

Poin Penting:

  • Presiden AS Donald Trump menetapkan gencatan senjata dua pekan sebagai hasil komunikasi dengan Pakistan dan kesepakatan Iran membuka Selat Hormuz.
  • Gencatan senjata dimanfaatkan untuk negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran di Islamabad.
  • Iran menegaskan siap merespons keras jika terjadi pelanggaran selama masa gencatan senjata berlangsung.

Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dua arah dengan Iran yang akan berlangsung selama dua pekan. Keputusan gencatan senjata ini diambil setelah komunikasi intensif dengan Pakistan serta komitmen Iran membuka jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Trump menyampaikan bahwa langkah gencatan senjata tersebut merupakan hasil pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir.

“Berdasarkan pembicaraan dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Marsekal Asim Munir, di mana mereka meminta saya untuk menahan mengirim angkatan penghancur ke Iran dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara menyeluruh, segera, dan aman, maka saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan ke Iran selama dua pekan. Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah,” kata Trump di platform Truth Social, dikutip Antara, Rabu, 8 April 2026.

Baca juga: Trump Sesumbar Hancurkan Iran dalam Semalam: Mungkin Selasa Malam

Gencatan Senjata jadi Jalan Menuju Perdamaian

Trump menegaskan bahwa keputusan gencatan senjata dengan Iran tidak lepas dari pencapaian militer AS yang dinilai telah melampaui target dalam konflik tersebut.

Ia juga mengeklaim bahwa proses menuju kesepakatan damai jangka panjang kini berada pada tahap lanjut.

“Kami juga telah mencapai tahap yang sangat jauh terkait kesepakatan yang definitif mengenai perdamaian jangka panjang dengan Iran, dan perdamaian di Timur Tengah,” ujar Trump.

Pernyataan tersbeut memperkuat sinyal bahwa gencatan senjata bukan sekadar jeda konflik, melainkan bagian dari strategi diplomatik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Iran Siap Negosiasi di Islamabad

Di sisi lain, pemerintah Iran mengonfirmasi akan memulai pembicaraan dengan AS di Islamabad pada Jumat (10/4). Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyebut bahwa masa gencatan senjata selama dua pekan akan dimanfaatkan untuk proses negosiasi intensif.

“Pembicaraan akan dimulai di Islamabad pada Jumat, 10 April, dengan sanksi penuh terhadap pihak Amerika. Iran akan mengalokasikan waktu selama dua pekan untuk pembicaraan tersebut dan dapat diperpanjang dengan persetujuan kedua pihak. Persatuan nasional secara penuh harus tetap dipertahankan selama periode tersebut,” kata SNSC seperti dikutip IRIB.

Baca juga: Harga Plastik Melonjak Dampak Perang Iran, Apa Langkah Pemerintah?

Meski demikian, Iran menegaskan bahwa gencatan senjata tidak berarti konflik telah berakhir sepenuhnya. Teheran memperingatkan akan merespons keras jika terjadi pelanggaran selama masa negosiasi.

Peran Pakistan dan Respons Iran

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi turut menyampaikan apresiasi kepada Pakistan atas perannya dalam mendorong tercapainya gencatan senjata.

“Atas nama Republik Islam Iran, saya menyampaikan terima kasih serta apresiasi kepada saudara-saudara saya yang terkasih, Yang Mulia Perdana Menteri Pakistan Sharif dan Yang Mulia Marsekal Munir atas upaya tanpa lelah mereka untuk mengakhiri perang di kawasan,” kata Araghchi di platform X.

Sebelumnya, Trump juga menyatakan bahwa Iran telah sepakat untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata. (*)

Editor: Yulian Saputra

Related Posts

News Update

Netizen +62