Jakarta – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengaku, akan terus mewaspadai terkait dengan kebijakan Presiden AS terpilih Donald Trump yang cenderung proteksionisme, yang dikhawatirkan akan berdampak kepada gejolak perdagangan global termasuk di Indonesia.
“Sikap proteksionisme akan berakibat pada lanskap perdagangan global dan kinerja perdagangan Indonesia,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Tjahya Widayanti dalam seminar UOB Indonesia Economic Outlook 2017, di Jakarta, Rabu, 16 November 2016.
Baca juga: Gejolak Kurs, Pasar Tengah Antisipasi Kebijakan Trump
Dia menilai, jika Donald Trump benar-benar menerapkan kebijakannya seperti yang dibicarakan saat debat Capres AS, maka secara tidak langsung akan menimbulkan gejolak perdagangan dunia. Di mana dalam pernyataannya itu, Trump akan menindak keras dan tegas hubungan dagang anatara AS dengan Tiongkok.
Selanjutnya: Perang perdagangan antara AS dan China, dan dampaknya ke Indonesia
Page: 1 2
Poin Penting IHSG sesi I melemah tipis 0,06% dan ditutup di level 8.141,84 setelah sempat… Read More
Poin Penting Bank KBMI 3 berada di tengah tekanan bank raksasa KBMI 4 dan bank… Read More
Poin Penting Porsi saham free float Permata Bank sekitar 10 persen, telah melampaui ketentuan minimum… Read More
Poin Penting BEI mulai pilot project kenaikan free float 15 persen dengan menyasar 49 emiten… Read More
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh 5,11 persen… Read More
Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan nilai restitusi pajak pada 2026 sebesar Rp270 triliun. Proyeksi… Read More