Poin Penting
- Venezuela memiliki cadangan emas terbesar di Amerika Latin, mencapai 161,22 metrik ton senilai sekitar USD22,5 miliar per kuartal I 2024
- Presiden AS Donald Trump menyatakan niat mengelola cadangan minyak dan emas Venezuela selama masa transisi pemerintahan
- Sebagian emas Venezuela terkunci di luar negeri, sekitar 31 ton disimpan di Bank of England dan dibekukan sejak 2018.
Jakarta – Venezuela menjadi negara di Amerika Latin yang memiliki cadangan emas terbesar. Namun, negara ini tengah menghadapi krisis usai diserang Amerika Serikat (AS) hingga Presiden Nicolas Maduro ditangkap.
Usai penangkapan presiden tersebut, Presiden AS Donald Trump berjanji untuk memanfaatkan dan mengelola cadangan minyak dan emas milik Venezuela hingga transisi pemerintahan yang ‘aman’.
Lantas seberapa besar cadangan emas Venezuela hingga Trump ngebet untuk mengelolanya?
Berdasarkan data dari World Gold Council (WGC), Venezuela rupanya memiliki cadangan emas sekitar 161,22 metrik ton dengan nilai sekitar USD22,5 miliar per kuartal pertama 2024.
Baca juga: Rupiah Predicted to Weaken Due to Arrest of Venezuelan President Nicolas Maduro
Angka yang stabil sejak kuartal keempat 2023 ini, menjadikannya salah satu pemilik emas terbesar di Amerika Latin, dengan puncak historis 372,93 ton di 2011 dan titik terendah 150,22 ton di 2018.
Menariknya, Venezuela juga memiliki cadangan emas likuid. Namun, sayangnya cadangan emas ini tidak sepenuhnya berada di dalam negeri. Sebagian tersimpan ribuan kilometer dari Caracas dan hingga kini tak bisa disentuh pemerintah Nicolás Maduro.
Baca juga: Daftar 10 Negara Pemilik Cadangan Emas Terbesar di Dunia, Indonesia Nomor Berapa?
Dikutip CNBC, sekitar 31 ton emas Venezuela tersebut disimpan di brankas Banco de Inglaterra di London. Cadangan emas likuid ini telah berada di Inggris sejak sebelum krisis politik dan ekonomi Venezuela memburuk.
Masalah kian memburuk sejak 2018, di mana pemerintah Inggris memutuskan untuk membekukan akses emas usai mengakui tokoh oposisi Juan Guaidó sebagai presiden sah Venezuela, menggantikan Nicolás Maduro.
Akibat keputusan politik itu, emas Venezuela di London tidak diserahkan kepada rezim Maduro. Hingga saat kini, aset emas likuid tersebut masih terkunci di Bank of England, meski pemerintah Venezuela telah berulang kali menggugatnya melalui jalur hukum internasional. (*)
Editor: Galih Pratama










