Poin Penting
- TRIS akan melakukan buyback saham maksimal Rp15 miliar selama 6 Juli–5 Oktober 2026 dengan target pembelian hingga 94 juta saham atau 3 persen dari modal disetor
- Perseroan menegaskan buyback tidak memengaruhi laba berjalan yang tetap Rp17,23 miliar, sementara laba per saham diproyeksikan naik dari Rp5,57 menjadi Rp5,75
- TRIS mencatat penjualan Rp455,33 miliar pada kuartal I 2026, naik 13 persen yoy, dengan penjualan ekspor menjadi kontributor utama dan tumbuh 17% menjadi Rp276,24 miliar.
Jakarta – PT Trisula International Tbk (TRIS), perusahaan yang beroperasi di sektor tekstil dan garmen, mengumumkan akan melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan total anggaran maksimal Rp15 miliar.
“Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas harga saham di tengah dinamika pasar modal sekaligus mencerminkan keyakinan manajemen terhadap fundamental Perseroan,” kata Widjaya Djohan, Direktur Utama TRIS, dalam keterangan resmi dikutip, 17 Juli 2026.
Pelaksanaan buyback akan berlangsung selama tiga bulan, terhitung mulai 6 Juli hingga 5 Oktober 2026. Perseroan menargetkan jumlah saham yang akan dibeli kembali maksimal 3 persen dari modal ditempatkan dan disetor atau setara dengan 94 juta saham.
Baca juga: Perkuat Tata Kelola, ICX Realisasikan Buyback Rp71 Miliar
Anggaran sebesar Rp15 miliar tersebut telah mencakup biaya perantara pedagang efek serta biaya lain yang terkait dengan pelaksanaan buyback.
Widjaya menegaskan bahwa aksi korporasi ini tidak akan memberikan dampak terhadap penurunan pendapatan perseroan. Berdasarkan performa keuangan per 31 Maret 2026, laba tahun berjalan perseroan tetap Rp17,23 miliar, baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan buyback.
Sementara itu, jumlah saham beredar diproyeksikan berkurang dari 3.093.211.331 saham menjadi 2.999.211.331 saham, yang berpotensi meningkatkan laba per saham dari Rp5,57 menjadi Rp5,75.
“Kami meyakini prospek kinerja TRIS ke depan akan tetap positif. Sebagai pemain industri garmen dan tekstil terintegrasi, kami optimistis dengan strategi yang telah kami jalankan,” imbuhnya.
Baca juga: Penjualan Naik 13 Persen, Laba TRIS Tembus Rp30,75 Miliar di Q1 2026
Sementara pada kuartal I 2026, TRIS membukukan penjualan sebesar Rp 455,33 miliar atau tumbuh 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 402,34 miliar.
Penjualan ekspor masih menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan 17 persen secara tahunan menjadi Rp 276,24 miliar, sedangkan sisanya berasal dari pasar domestik. (*)
Editor: Galih Pratama


