Transformasi Digital Banking Danamon Perkuat SDM dan Ekosistem Bisnis 

Transformasi Digital Banking Danamon Perkuat SDM dan Ekosistem Bisnis 

Transformasi Digital Banking Danamon Perkuat SDM dan Ekosistem Bisnis 
Share on whatsapp
Share on facebook
Share on email
Share on linkedin

Jakarta – Perubahan perilaku masyarakat serta ekosistem lainnya ke arah digitalisasi mendorong perbankan untuk bertransformasi dari product centric atau fokus pada produk dan fiturnya secara fungsional menjadi costumer centric yaitu fokus pada kebutuhan konsumen atau nasabah. 

Head of Banking Strategy and Planning Banking Strategy and Planning PT Bank Danamon Tbk, Ardiansyah Solaiman mengatakan transformasi bank dari product centric ke costumer centric merupakan pondasi dasar bagi digitalisasi bank. Untuk itu, bisnis bank harus dibangun dengan mengutamakan sudut pandang customer. Dengan dukungan analisis data, artificial intelegent intelligent (AI), bank dapat memahami kebutuhan nasabahnya.

“Saya percaya untuk bisa bertransformasi dari product centric ke customer centric itu dari segmen didukung data analytics untuk memahami cuostomer journey very well, memahami touch point pada life event costumer dan kemudian  customer strategy harus dibangun berdasarkan blueprint tersebut,” ungkap Ardiansyah kepada Infobanknews di acara Infobank – Temenos Regional Forum 2022, di Hotel Kempinski  Jakarta, Selasa, 20 September 2022.

Ardiansyah juga mengatakan sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu tantangan yang dihadapi dalam era digitalisasi perbankan. Banyaknya perusahaan yang bertransformasi ke arah digital harus dihadapkan pada talenta digital yang terbatas.

As a bank, one of thing yang kita lakukan adalah to improve our employee value proposition sehingga kita bisa menjadi choices of employees,” ungkap Ardiansyah.

Ardiansyah melanjutkan, selain membangun SDM, bank juga harus membangun ekosistem. Dalam hal ini, Bank Danamon terus meningkatkan sinergi dengan ekosistem yang berada di bawah naungan MUFG sebagai induk. Kemudian peningkatan ekosistem yang ke dua adalah melalui pendekatan rantai nilai (value chain approach).

“Prinsipnya adalah kita mencoba untuk memperdalam relationship kita dengan bisnis-bisnis customer yang kita punya. Lalu kita mencoba untuk onboard  dari customer base providence services dengan menyediakan layanan melalui platform mereka dengan harapan bisa terjadi more on us transaction between our customer base dengan customer base mereka,” ujarnya. (*) Dicky F.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Pilihan

Segera Daftarkan Diri Anda Menjadi Kontributor di

Silahkan isi Form di bawah ini

[ultimatemember form_id=”1287″]