Banjarmasin–BRI regional Kalimantan Selatan (BRI Kalsel) mencatat, transaksi nontunai BRI Kalsel telah mencapai sebesar Rp6 triliun sampai akhir Oktober 2016. Menurut direksi regional setempat, transaksi nontunai BRI Kalsel tersebut banyak didukung oleh agen BRILink yang sedang digenjot oleh perusahaan.
Fidri Arnaldy, Executive Vice President BRI regional Banjarmasin, mengatakan total agen BRILink yang ada di wilayahnya sudah tembus di angka 3.850 agen. Menurutnya, jumlah agen tersebut masih akan bertambah sampai akhir tahun nanti menjadi di kisaran 4.000-an agen.
“Satu orang agen bisa bertransaksi rata-rata Rp2 miliar Rp2,5 miliar per bulan. Itu yang membuat transaksi nontunai melalui agen bisa sangat tinggi,” jelasnya sesaat setelah mengikuti acara BI Goes to Campus di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, hari ini.
Dia melanjutkan, transaksi nontunai BRI Kalsel telah berkontribusi lebih 70% terhadap total transaksi nontunai di seluruh Kalimantan. Hal ini dibuktikan dari jumlah agen BRILink yang mencapai 16 ribu agen dari total agen Layanan Keuangan Digital (LKD) yang mencapai 18 ribu.
(Baca juga : Cegah Kejahatan Perbankan, BRI Ingatkan Nasabah Hati-hati Bertransaksi )
“Ini bentuk kontribusi kami dalam mendukung Gerakan Nasional Non Tunai yang diusung Bank Indonesia. Terbukti, target transaksi nontunai kami sepanjang kuartal ketiga tahun ini sudah mencapai target sampai akhir tahun 2016,” pungkasnya. (*) Indra Haryono
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting OJK dan SRO akan menaikkan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi… Read More
Poin Penting PWI Pusat akan menerima dua patung tokoh nasional—Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko—karya… Read More
Poin Penting Pengisian pimpinan OJK dan BEI dipastikan independen, tidak berasal dari pihak terafiliasi Danantara,… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More
Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More
Poin Penting IHSG anjlok 6,94 persen sepanjang pekan 26–30 Januari 2026 ke level 8.329,60, seiring… Read More