Jakarta –Transaksi yang dilakukan oleh agen BRI Link telah mencapai Rp1.400 triliun dalam waktu setahun terakhir. Hal ini diungkapkan Sunarso, Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) dalam webinar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Institute dengan tema “Tren Perbankan di Tahun 2023”, Selasa, 17 Januari 2023.
Sunarso menjelaskan transaksi yang berasal dari 590 ribu agen BRI Link tersebut dilatarbelakangi oleh karakteristik nasabah ultra mikro BRI, dimana, menurut hasil survei yang dilakukan BRI untuk mencari karakteristik nasabah ultra mikro menunjukkan bahwa nasabah ultra mikro lebih membutuhkan institusi keuangan yang melekat secara lokal, karena salah satu alasannya mayoritas nasabah ultra mikro tidak memiliki cash flow yang tetap.
“Ini fakta dan realitasnya. Padahal agen-agen ini termasuk bagian dari hybrid bank. BRI adalah institusi keuangan yang melokal. Mereka (nasabah ultra mikro) prefer berbank dengan agen,” ungkap Sunarso.
Ia menambahkan, nasabah ultra mikro juga memiliki karakteristik penting lain, diantaranya sudah familiar dengan digital platform meskipun penetrasi smartphone masih rendah, memiliki limited knowledge tentang produk keuangan, serta pembayaran menggunakan uang tunai atau cash masih menjadi transaksi dominan yang dilakukan sehari-hari.
Kedepannya dalam merespons tren digitalisasi tahun 2023, BRI telah bersiap untuk mengembangkan sistem hybrid bank. Artinya, di sisi digital, BRI melakukan digitalisasi dalam core system, ekosistem digital, serta digital proportition. Sementara di sisi konvensional, BRI tetap mengembangkan agen-agen BRI Link untuk menjangkau dan memenuhi kebutuhan nasabah ultra mikro. (*) Ayu Utami
Poin Penting Marak jasa joki Coretax di media sosial dengan tarif Rp50–100 ribu, memanfaatkan kesulitan… Read More
Poin Penting OJK kaji universal banking, yakni integrasi layanan keuangan (perbankan, asuransi, investasi, fintech) dalam… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,19 persen ke level 7.002,69 pada awal perdagangan, berbalik dari… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak turun pada 7 April 2026 setelah sebelumnya stabil… Read More
Poin Penting Rupiah hari ini dibuka melemah ke Rp17.076 per dolar AS (turun 0,24 persen… Read More
Poin Penting IHSG diproyeksikan masih rawan koreksi ke rentang 6.745–6.849, meski skenario terbaik berpeluang menguat… Read More