Poin Penting
- UI/UX trading berbasis AI real time hadir untuk memenuhi kebutuhan Gen Z yang mengutamakan aplikasi cepat, visual, dan personal
- Fitur AI Live Trade dan ROBO membantu investor mengambil keputusan trading lebih cepat sekaligus protektif di pasar volatil
- Data saham dan fundamental kini disajikan lebih modern, interaktif, dan mudah dipahami investor muda.
Jakarta – Transformasi digital di industri sekuritas semakin mengarah pada pengalaman investasi yang cepat, personal, dan berbasis kecerdasan buatan (AI).
Tren tersebut kini menyasar generasi muda atau Gen Z yang dikenal mengutamakan tampilan visual, navigasi praktis, serta respons aplikasi yang real time saat bertransaksi di pasar modal.
Platform trading saham kini tidak lagi sekadar menjadi aplikasi transaksi, melainkan berkembang menjadi “trading cockpit” modern yang mampu menyesuaikan kebutuhan tiap investor secara personal. Pendekatan ini dinilai relevan di tengah kondisi pasar yang bergerak sangat cepat dan fluktuatif.
President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The, mengatakan tampilan trading yang masih statis berpotensi membuat investor terlambat mengambil keputusan saat volatilitas pasar meningkat.
Baca juga: 5 Cara Trading Kripto dengan Keuntungan Maksimal
“Ketika market berubah dalam hitungan detik, UI statis dan indikator terlambat hanya menghasilkan satu hal: keputusan yang lambat, reaksi yang tertinggal, dan proteksi trading yang lemah,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2026.
Menjawab kebutuhan tersebut, IPOT, aplikasi investasi dan trading berbasis AI Real Time meluncurkan UI/UX dinamis terbaru. Pengembangan UI/UX terbaru berbasis AI real time tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman investasi yang lebih modern sekaligus protektif bagi investor muda.
Sistem navigasi dibuat adaptif sehingga pengguna dapat mengatur sendiri modul investasi sesuai kebutuhan, mulai dari investor pemula hingga trader aktif.
Konsep ini dinilai sejalan dengan karakter Gen Z yang lebih menyukai aplikasi cepat, visual, responsif, dan minim kerumitan. Tampilan dark mode, warna kontras, tombol besar, hingga chart interaktif menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan kenyamanan pengguna dalam memantau pasar.
Tidak hanya mengedepankan desain modern, platform ini juga tetap mempertahankan fitur trading profesional seperti data fundamental emiten, order management, analisis keuangan, hingga sistem ROBO berbasis otomatisasi transaksi.
Fitur seperti My Workspace dan My Dock memungkinkan pengguna melakukan personalisasi ruang kerja investasi secara mandiri. Sementara Trade Desk+ difungsikan sebagai pusat eksekusi terpadu yang mengintegrasikan stocklist, AI Live Trade, LADI, hingga bid-offer dalam satu alur kerja.
Selain itu, investor muda juga dibekali fitur proteksi otomatis melalui sistem ROBO yang berfungsi sebagai “sabuk pengaman digital” untuk mengurangi risiko emosional saat trading, seperti panic selling maupun FOMO. Investor dapat mengatur strategi otomatis seperti Breakout Buy, Stop Loss, Trailing Stop, hingga Take Profit secara lebih praktis.
Di sisi lain, penyajian data fundamental juga dibuat lebih sederhana dan visual agar mudah dipahami Gen Z. Informasi seperti pertumbuhan pendapatan dan laba per saham (EPS) kini dapat dianalisis dalam bentuk grafik interaktif, bukan sekadar tabel angka konvensional.
Baca juga: Investor Ritel Masih “Buta” Data Real Time, IPOT Buka Akses Teknologi Trading Gratis
Moleonoto menilai pembaruan UI/UX tersebut menjadi bagian dari evolusi aplikasi trading modern yang tidak hanya menampilkan data, tetapi juga membantu investor mengambil keputusan secara lebih cepat dan berbasis AI real time.
“Setiap tombol dirancang hidup untuk mengeksekusi perintah riil yang terhubung langsung dengan kecerdasan AI Real Time. Kombinasi visualisasi data dan sistem proteksi otomatis menjadi fondasi workspace investasi modern,” pungkasnya. (*)


