Perbankan

Top! Laba BCA Tumbuh 17,40 Persen Jadi Rp20,21 Triliun per April 2025

Jakarta – PT Bank Central Asia (BCA) kembali melanjutkan tren kinerja positifnya. Bank milik Grup Djarum ini, berhasil mengantongi laba bank only Rp20,21 triliun per April 2025. Laba ini naik double digit atau 17,40 persen ketimbang di tahun sebelumnya yang sebesar Rp17,21 triliun.

Mengutip laporan keuangan perseroan, 20 Mei 2025, peningkatan laba bank yang bakal dinahkodai Hendra Lembong per 1 Juni 2025 ini, ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih. Bunga bersih BCA naik 6,58 persen dari Rp24,64 triliun per April 2024 menjadi Rp26,26 triliun pada April 2025.

Kenaikan pendapatan bunga bersih ini, didongkrak oleh kinerja intermediasi BCA. Di tengah daya beli masyarakat yang loyo, BCA mampu menyalurkan kredit sebesar Rp923,09 triliun per April 2025, atau naik 12,83 persen dari tahun sebelum yang sebesar Rp818,07 triliun.

Baca juga: Jumlah Rekening Online BCA Syariah Tembus 311 Ribu per Maret 2025, Tumbuh 13 Persen

Pun demikian dari sisi funding. BCA mencatatkan peningkatan pengumpulan dana pihak ketiga (DPK). Sepanjang empat bulan pertama tahun 2025, BCA mampu mengumpulkan DPK sebesar Rp1.147,75 triliun. DPK ini tumbuh 4,38 persen dibanding tahun sebelumnya Rp1.099,57 triliun.

Jika dirinci, instrumen giro naik 7,17 persen menjadi Rp365,39 triliun dan tabungan tumbuh 5,23 persen menjadi Rp585,87 triliun. Sedangkan pos deposito atau dana mahal mengalami tekanan menjadi Rp196,48, atau turun 2,67 persen dari Rp201,89 triliun.

Baca juga: Menteri Ara Kumpulkan Bos BCA dan Tokoh Properti Indonesia, Bahas Apa?

Adapun rasio dana murah atau current account savings account (CASA) terhadap total DPK mencapai 84,59 persen atau sebesar Rp970,92 triliun. Ini menjadikan BCA sebagai bank dengan rasio CASA tertinggi dibanding perbankan di Tanah Air.

Pertumbuhan kredit dan DPK, turut mendorong total aset perseroan. Per April 2025, total aset “si biru” ini mencapai Rp1.456,43 triliun atau tumbuh 5,94 persen dari tahun sebelumnya Rp1.374,75 triliun. (*)

Galih Pratama

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

5 hours ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

5 hours ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

6 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

6 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

6 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

8 hours ago