Tips & Trick

Tips Menghemat Uang Belanja Ditengah Pandemi

Jakarta – Pandemi COVID-19 berdampak pada lambatnya perekonomian dan meningkatnya pengangguran. Dalam situasi sekarang, anda harus pintar-pintar menghemat pengeluaran belanja, terutama untuk para ibu. Bagaimana caranya? Berikut adalah cara-cara yang dapat anda terapkan untuk menghemat uang belanja.

1. Buat daftar belanja bulanan

Pastikan anda selalu memiliki daftar belanja bulanan pada saat berbelanja bahan makanan. Belanja dalam jumlah banyak umumnya akan lebih murah dibandingkan membeli barang kebutuhan secara harian. Tanpa perencanaan matang, anda akan cenderung lebih boros karena hanya akan mengandalkan ingatan dan keinginan saat melakukan pembelian.

2. Rencanakan menu makanan

Untuk lebih berhemat, anda dapat memasak atau belajar memasak makanan sendiri. Pastikan anda menulis rencana menu makan dari bahan-bahan yang ada. Dengan begitu, daftar belanja yang sudah dibuat dan rencana menu dapat sesuai, sehingga anda tidak harus mengeluarkan uang tambahan untuk membeli bahan tambahan untuk menu masakan.

3. Bandingkan harga dan cari diskon

Selalu membandingkan harga dan diskon juga tak kalah penting untuk berhemat. Jangan pernah bosan untuk membandingkan harga dan mencari diskon terbaik dari toko yang satu ke toko lainnya. Jika anda berbelanja secara online, pastikan untuk mengaktifkan fitur filter untuk menampilkan harga terendah yang ada di platform belanja anda.

4. Tanam bahan makanan sendiri

Bagi yang memiliki waktu luang dan lahan yang cukup, anda dapat mencoba bercocok tanam bahan makanan anda sendiri. Meski awalnya harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli bibit dan medium tanam, bercocok tanam sendiri akan bermanfaat dalam jangka panjang. Anda dapat mengurangi belanja secara drastis dengan bercocok tanam makanan sendiri.

5. Miliki asuransi kesehatan

Kemudian, anda juga perlu berjaga-jaga dari penyakit. Apalagi di tengah pandemi seperti sekarang, pastikan anda memiliki asuransi kesehatan. Dengan begitu, anda tak khawatir ketika sesuatu hal terjadi. Jika anda belum memilikinya, anda dapat memilih asuransi terpercaya seperti Asuransi Tugu.

Tugu Insurance Health Insurance (THIS) dari Asuransi Tugu dapat menjadi produk terpercaya untuk anda. THIS adalah program asuransi kesehatan yang ditujukan kepada karyawan dan individu. Setelah membayar premi 1 tahun, anda akan mendapatkan manfaat maksimal program THIS sebagai berikut:

  1. Kebebasan menggunakan penyedia jasa pelayanan
  2. Tidak ada batasan teritorial dan waktu
  3. Pelayanan kesehatan independen
  4. Kemudahan penambahan provider Rumah Sakit
  5. Sistem pembayaran klaim berupa Penggantian Pembayaran dan Non Tunai

Dengan banyaknya manfaat asuransi ini, anda tak perlu khawatir lagi akan apa yang akan terjadi. Sehingga, anda dapat semakin produktif dengan asuransi kesehatan. Segera miliki Tugu Insurance Health Insurance (THIS) dari Asuransi Tugu untuk perlindungan maksimal anda. (*) Evan Yulian Philaret

Rezkiana Nisaputra

Recent Posts

Perjanjian RI-AS Dinilai Merugikan, Celios Layangkan 21 Poin Keberatan ke Prabowo

Poin Penting CELIOS kirim surat keberatan ke Presiden Prabowo Subianto soal perjanjian dengan Donald Trump,… Read More

7 hours ago

BSI Bidik 1 Juta Nasabah dari Produk Tabungan Umrah

Poin Penting BSI menargetkan 500 ribu hingga lebih dari 1 juta nasabah awal untuk BSI… Read More

8 hours ago

OJK Serahkan 3 Tersangka Dugaan Tindak Pidana di BPR Panca Dana ke Kejaksaan

Poin Penting OJK tuntaskan penyidikan dugaan tindak pidana perbankan di BPR Panca Dana dan melimpahkan… Read More

11 hours ago

BSI Tabungan Umrah Jadi Solusi Alternatif Menunggu Haji

Poin Penting PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) meluncurkan BSI Tabungan Umrah untuk memperkuat ekosistem… Read More

12 hours ago

Bos OJK: Banyak Pejabat Internal Ikut Seleksi Dewan Komisioner

Poin Penting Pjs Ketua DK OJK Friderica Widyasari Dewi menyebut banyak pejabat internal ikut seleksi… Read More

12 hours ago

ShopeePay Unggul di Peta Persaingan Dompet Digital 2026 Versi Ipsos

Poin Penting ShopeePay menjadi Top of Mind 41 persen versi Ipsos, paling banyak digunakan (91… Read More

12 hours ago